logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Tol Semarang-Solo Pengaruhi Omzet Rumah Makan

SEMARANG- Pembangunan jalan tol Semarang-Solo, yang dimulai dari Semarang-Bawen, diperkirakan akan memengaruhi pendapatan puluhan tempat usaha di ruas jalan tersebut. Keberadaan jalan tol dikhawatirkan mengakibatkan penurunan omzet rumah makan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), kios, pasar, pusat perbelanjaan, dan hotel di ruas jalan raya Semarang-Solo.

Survei yang dilakukan Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata, baru-baru ini, menunjukkan, delapan dari sembilan SPBU di kanan-kiri ruas jalan Semarang-Bawen mampu meraih pendapatan Rp 554.200.000/hari. SPBU juga menyerap jumlah pegawai 217 orang. ''Kehadiran tol Semarang-Solo dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan SPBU di ruas jalan raya Semarang-Bawen, karena kendaraan akan memilih jalur alternatif lewat tol,'' tutur Kepala Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata, Ir Djoko Setijowarno MT, kemarin.

Pembangunan jalan tol diperkirakan juga akan memengaruhi pendapatan rumah makan yang selama ini menjadi tempat persinggahan travel dan sopir truk. Ada 57 rumah makan berdiri di sisi kanan-kiri ruas jalan raya Semarang-Bawen. Namun hanya 32 rumah makan yang bersedia diwawancarai. Jumlah tenaga kerja 32 rumah makan tersebut mencapai 247 orang. Hasil survei menunjukkan, pendapatan rata-rata 23 rumah makan di sisi timur jalan raya Semarang-Bawen mencapai Rp 19.050.000/hari. Sedangkan pendapatan sembilan rumah makan di sisi barat jalan raya hanya Rp 3.750.000/hari. (H5-34t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA