logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Agustus 2005 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Garuda dan TNI-AU Jalin Kerja Sama

JAKARTA- Garuda Indonesia dan TNI-AU menjalin kerja sama bidang penerbangan. Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Kepala Staf TNI-AU Djoko Suyanto di Mabes TNI-AU Cilangkap, pekan lalu.

Kerjasama bidang penerbangan yang dijalin mencakup aspek SDM, layanan angkutan udara, perawatan/modifikasi pesawat dan lain-lain.

Dalam aspek SDM, kedua institusi bersepakat untuk melaksanakan pertukaran instruktur bagi awak kabin dan kokpit, saling memanfaatkan awak kabin dan kokpit, penggunaan fasilitas ground training bagi awak kabin dan kokpit. Pelatihan meliputi Emergency Procedure Training (EPT), service mock-up, flight simulator serta pendirian sekolah penerbangan.

Sementara kerjasama layanan angkutan udara meliputi pembukaan kantor penjualan Garuda di Mabes TNI-AU, carter pesawat dan pengiriman barang-barang kargo. Dalam aspek perawatan dan modifikasi pesawat, kerjasama yang dilaksanakan mencakup pemanfaatan fasilitas dan kapabilitas GMF-AA, khususnya bagi pesawat jenis Fokker 28, Boeing 737 dan jenis-jenis pesawat lainnya sesuai dengan kapabilitas GMF-AA. (bn-59)

Aset Kospin Jasa Berkembang Pesat

YOGYAKARTA -Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa yang berkantor pusat di Pekalongan, berkembang cukup cukup pesat. Pada 2002 aset yang dimiliki hanya sebesar Rp 405.690.505, namun pada 2004 asetnya berkembang mencapai Rp 731.848.850. Bahkan hingga Agustus 2005 sudah naik menjadi Rp 875 miliar.

''Sampai akhir tahun 2005 kami mentargetkan sekitar Rp 1 triliun,'' kata HA Zaky Arslan Djunaidi, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Jasa sebelum Rapat Anggota di Natour Garuda, Jumat (26/8).

Zaky yang didampingi Wakil Ketua I Lukito Sindoro mengatakan jumlah pinjaman juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2002 jumlahnya baru Rp 818.379.870. Kemudian pada tahun 2003 naik menjadi Rp 1.190.442.775. Namun tahun 2004 pinjaman mengalami penurunan menjadi Rp 1.117.627.125.

''Akhir tahun 2004 sampai awal tahun 2005 ini, kami memperluas jaringan dengan membuka kantor-kantor baru di berbagai daerah,'' kata Zaky.(sgt-59)

Program Desa Mandiri Pangan

SEMARANG - Program aksi ''desa mandiri pangan'' di Jateng, akan dilaksanakan di 10 kabupaten. Yaitu, di Kabupaten Brebes, Batang, Wonosobo, Banyumas, Grobogan, Sragen, Klaten, Demak, Karanganyar, dan Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BBMKP) Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani, kesepuluh daerah tersebut memiliki tingkat rawan pangan yang berbeda. Kabupaten Brebes, Batang, dan Wonosobo masuk kategori rawan pangan sangat tinggi.

Kabupaten Sragen, Demak, Karanganyar, Sukoharjo, rawan pangan cukup rendah. Kabupaten Banyumas, Grobogan, Klaten sebagai daerah rawan pangan rendah. Sedangkan dari tingkat kemiskinan, Kabupaten Brebes, Wonosobo, Banyumas, Grobogan, Sragen, Klaten, dan Sukoharjo, masuk kategori risiko sedang. Batang dan Demak masuk daerah kemiskinan risiko berat, Karanganyar berisiko ringan.

Dia menambahkan untuk bantuan biaya penanganan bencana sosial dari Gubernur Jateng sebesar Rp 3,5 miliar, dialokasikan ke sepuluh kabupaten. Terinci, Kabupaten Brebes dan Banjarnegara masing-masing menerima bantuan Rp 400 juta, Kabupaten Grobogan, Kebumen, Pemalang, Purbalingga, Sragen, dan Rembang masing-masing Rp 350 juta. Kabupaten Tegal dan Wonogiri mendapat bantuan masing-masing Rp 300 juta.(E4-59 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA