| Jumat, 26 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Junarto Hanya Raih PerungguSEMARANG - Pebiliar Jawa Tengah M Junarto harus puas mendapat perunggu pada A Mild Billiard Kejurnas 2005 nomor 9 ball single putra. Di semifinal Kamis (25/8) di Gedung Pertemuan Admiral, pebiliar Pelatnas itu kalah tipis 8-9 dari Widi Harsoyo (DIY), yangg akhirnya juara setelah di final mengalahkan Ricky Yang (Riau) dengan skor 11-6. Pebiliar Jateng lainnya, Hanarto sudah gugur terlebih dulu di babak delapan besar setelah dikalahkan Suharyadi (Jambi) 4-9. Pertandingan antara Junarto dan Widi di semifinal siang kemarin berlangsung sangat seru dan menarik. Kedua pebiliar menampilkan permainan yang cermat dan hati-hati. Sebab, jika melakukan kesalahan sekali saja, dipastikan akan menderita kekalahan. Apalagi, sistem pertandingan yang digunakan adalah race to 9. Sejak frame pertama hingga 16, perolehan skor berjalan sangat ketat. Di frame 6, kedudukan sama kuat 3-3. Kedudukan imbang 4-4 juga terjadi di frame 8. Widi yang bermain sangat stabil, mampu unggul dua angka di frame 10, 4-6. Namun, dengan ketenangan dan pengalamannya yang matang, Junarto mampu menyamakan kedudukan 6-6 di frame 12. Kedudukan sama kuat kembali terjadi di frame14 (7-7) dan 16 (8-8). Di frame terakhir yang menentukan, Widi diuntungkan dengan memegang break. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Dengan tenang dan penuh kenyakinan, dia memasukkan satu demi satu bola hingga bola 9 yang menjadi penentu kemenangan 8-9. "Widi bermain stabil. Saat saya unggul 8-7, keberuntungan belum berpihak. Kesalahan yang saya buat berbuah kekalahan," ungkap Junarto seusai pertandingan. Final Di partai final, Widi pun harus berjuang ekstra keras untuk menundukkan Ricky Yang yang di semifinal mengalahkan Suharyadi dengan skor 9-3. Sejak awal pertandingan, Widi tidak menemui kesulitan untuk menaklukkan Ricky. Bahkan, sampai frame 7, Widi unggul 5-2. Keunggulan tersebut dipertahankan hingga frame12 dengan skor 7-5. Dan, terus memimpin hingga frame terakhir dengan skor 11-6. "Saya lega, ambisi sebenarnya hanya mencapai final. Harus diakui, untuk jadi juara pada ajang tahunan ini sulit sekali. Tapi, sesungguhnya the real final adalah pada saat babak semifinal melawan Junarto. Setelah mengalahkan dia, saya merasa separuh badan sudah mencapai gelar juara," ungkapnya. Menurut Widi yang juga mantan atlet Pelatnas itu, dari awal dirinya diuntungkan dengan hasil undian. "Biliar itu kan olahraga terukur, masing-masing bisa mengukur kekuatan lawannya. Awal-awal lawan saya relatif mudah, paling berat ya bertemu dengan Junarto," paparnya. Dia mengakui, berhasil mengalahkan anggota Pelatnas merupakan suatu kebanggaan tersendiri, mengingat mereka berlatih intensif dan dilatih pelatih luar negeri. Di kelompok putri, babak delapan besar hingga final yang rencananya digelar semalam, diundur pagi ini pukul 09.00. Tempat pertandingan tidak lagi di Side Pocket Pool and Cafe, tapi di Gedung Pertemuan Admiral. (H13,aim-28) |