logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Christian Bantah Instruksikan Candra/Sigit Mengalah

JAKARTA - Christian Hadinata membantah rumor yang menyatakan kalau dirinya menginstruksikan agar pasangan Candra Wijaya/Sigit Budiarto mengalah dari pasangan Tony Gunawan/Howard Bach pada partai final Kejuaran Dunia Bulu Tangkis di Anaheim 2005. Kedua pasangan bermain sangat normal dan tidak ada rekayasa untuk saling mengalah.

"Anda kan lihat sendiri. Permainan berlangsung sangat ketat. Tidak ada instruksi dari mana pun agar Candra/Sigit mengalah. Kita tidak terikat apa pun dengan IBF dalam menentukan hasil pertandingan ganda putra," tutur Christian Hadinata kepada Suara Merdeka di Jakarta.

Rumor yang sekarang ini beredar adalah pasangan Candra/Sigit diinstruksikan oleh PB PBSI untuk mengalah pada pasangan gado-gado Indonesia/Amerika Serikat itu. PB PBSI memberikan instruksi seperti ini adalah atas tekanan dari IBF. Federasi Bulu Tangkis Internasional ini bertujuan ingin menaikkan standar bulu tangkis tingkat internasional. Salah satunya adalah merangkul Amerika Serikat yang mempunyai akses sangat kuat kepada IOC. Jalan menuju arah tersebut adalah dengan memberikan "hadiah" kepada Amerika Serikat agar ada pemainnya yang menjadi juara dunia.

"Isu itu sangat ngawur. Ini sih ngarang-nga - rang saja. Tony memang sudah paham per- mainan Sigit ataupun Candra. Mereka kan pernah jadi pasangan Tony. Lagian di sana ada Halim Haryanto dan Ignatius Rusli. Halim dan Ignatius yang meramu strategi untuk Tony/Bach. Partai final berjalan normal tanpa direkayasa," ungkap kepala pelatih pelatnas bulu tangkis Cipayung tersebut.

Christian merasa bangga dengan pencapaian prestasi pemain Indonesia di Anaheim. Dirinya juga tidak terlalu sedih atas kekalahan yang diderita oleh Candra/Sigit. "Candra/Sigit sudah main luar biasa, begitu pun Luluk/Alven. Ini hasil yang menggembirakan. Pencapaian prestasi ini sudah sesuai target. Sekarang kita dorong agar pemain terus berprestasi," tandasnya.

Piala Thomas

Kesuksesan pebulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia yang berakhir pekan lalu di Anaheim membuat jajaran PB PBSI terlecut. Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso pun kembali menaikkan target di Piala Thomas yang akan digelar pada 2006 di Jepang. Targetnya adalah merebut kembali piala beregu putra dari pangkuan China.

"Melihat keberhasilan tersebut, ada peluang kita untuk merebut kembali Piala Thomas," ujar Sutiyoso yang juga Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu kemarin, saat menyambut kedatangan 10 pemain Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Dunia.

Karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut Bang Yos - panggilan akrab Sutiyoso - telah meminta kepada Binpres untuk mempersiapkan pemain mulai saat ini. Setiap pelatih harus memiliki program yang jelas untuk setiap pemain. Mereka juga harus memiliki data tentang calon lawan.

"Dengan sisa waktu satu tahun, saya kira cukup untuk mempersiapkan tim yang kuat," tukasnya.

Selain itu, keyakinan mantan Ketua Umum PB Perbasi tersebut untuk dapat memboyong kembali Piala Thomas juga didasarkan pada keberhasilan para pemain putra di kejuaraan dunia Anaheim. Taufik Hidayat merebut juara. Pasangan Candra Wijaya/Sigit Budiarto dan Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga.

"Dengan Taufik sebagai pemain utama dan Sony Dwi Kuncoro serta Simon Santoso sebagai pelapis, serta Candra/Sigit dan Luluk/Alven, saya yakin kita bisa merebut kembali Piala Thomas," tandasnya.

Sutiyoso bahkan menganggap Sigit/Candra juga meraih emas di Anaheim. Hal ini karena yang mengalahkan mereka salah satunya adalah Tony Gunawan yang berasal dari Indonesia. (D3-28v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA