| Jumat, 26 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Pengda PSSI Banten Kecewa soal MunaslubJAKARTA-Pengda PSSI Banten berharap agar Pengda lain dan anggota PSSI tidak hanya sekadar mengeluarkan pernyataan supaya pengurus harian PSSI menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub), melainkan membuktikannya dengan tindakan nyata. Ketuanya, H Yitno, mengaku kecewa atas sikap pengda dan anggota lain yang belum melakukan tindakan nyata mendesak pengurus harian menggelar Munaslub untuk mencari pengganti Ketua Umum Nurdin Halid. ''Mereka jangan cuma bicara, buktikan kalau mereka mau membenahi organisasi yang sudah kacau ini. Saya nggak tahu kapan, tapi kami memang ingin perubahan semenjak Nurdin Halid masuk penjara pertama kali. Pengurus harian juga harus membaca Pedoman Dasar,'' tuturnya. Ditambahkan, sikap Pengda lain dan klub yang banyak bicara tanpa melakukan tindakan nyata menumbuhkan antipati di tubuh Pengda Banten. Terlebih, pihaknya merasakan ada yang memusuhi setelah ketegasan sikap muncul. Surat Pernyataan Ketika disinggung apakah situasi itu membuat Banten merasa kecil di mata pengurus PSSI, Yitno menegaskan dirinya dan seluruh kalangan sepak bola di Banten tidak peduli. Sekalipun pengurus PSSI membubarkan Pengda Banten atau mempersulit mereka, pihaknya tetap tidak mundur dari sikap menginginkan Munaslub. Mantan Bupati Pandeglang ini menambahkan, pengurus harian PSSI telah diingatkan bahwa surat pernyataan dari delapan anggota Pengda Banten yang pernah dikirim beberapa waktu lalu tetap berlaku. Ke-8 anggota yang menginginkan Munaslub itu adalah Persita Tangerang, Persikota Tangerang, Pelita KS Cilegon, Persic Cilegon, Perserang Serang, Persipan Pandeglang, Persilebak Lebak dan Gajah Tunggal Tangerang. "Saya sudah berkecimpung di dunia sepak bola selama 30 tahun. Saya tulus mengorbankan waktu dan pikiran untuk mengembangkan sepak bola, terutama di wilayah Banten. Tapi sekarang kondisi sudah tidak memungkinkan lagi untuk memajukan sepak bola," katanya. (wgm-22) |