| Jumat, 26 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Posisi Ketiga Diincar demi PenghematanSEMARANG- PSIS mengincar posisi ketiga Wilayah I Kompetisi Liga Djarum. Kondisi keuangan Mahesa Jenar-lah yang menjadi pertimbangan utama. Dengan berada di posisi itu, mereka akan menemani juara Wilayah I yang kemungkinan besar dipegang Persija Jakarta Pusat untuk berlaga di babak delapan besar. Pengeluaran pun akan lebih ngirit jika dibandingkan bertanding di kandang juara Wilayah II. ''Untuk mengejar juara grup, sudah tentu tidak bisa. Jadi, kami mengincar peringkat ketiga agar di babak delapan besar nanti bisa bertanding di Wilayah I. Pertimbangannya hanya untuk menghemat dana,'' ungkap Wakil Manajer Tim Setyo Agung Nugroho. Jika dihitung secara matematis, sebetulnya dengan poin 42 itu anak-anak asuhan Bambang Nurdiansyah akan berada di peringkat ketiga pada akhir putaran kedua. Namun, hal itu bisa saja berubah, mengingat tim-tim pesaing seperti Persija Jakarta, Arema Malang, PSMS Medan, dan Persib Bandung masih memiliki sisa dua kali pertandingan lagi. Sedangkan Emmanuel de Porras dan kawan-kawan hanya punya satu partai sisa. Padahal, jumlah poin tim-tim tersebut sangat berdekatan. Mereka masih berpotensi memilih peringkat sesuai dengan strategi yang diinginkan tim di babak delapan besar. ''Berbagai kemungkinan masih bisa saja terjadi. Namun, jika fair, setidaknya posisi kami berada di urutan ketiga,'' katanya. ''Untuk mengamankan posisi ketiga, pertandingan terakhir lawan PSS nanti juga sangat menentukan. Karenanya, kami belum mematok target di pertandingan tersebut. Mau target menang atau seri, penentuannya tergantung hasil tim-tim lain di pertandingan sebelumnya,'' imbuh mantan Manajer Tim PSIS Yunior ini. Dua Tempat Lebih lanjut Agung menyatakan, dengan poin 42, pasukan Mahesa Jenar sudah 90 persen lolos ke babak delapan besar. Kalau sudah pasti lolos, rencananya seusai lawan PSS, pelatih Bambang Nurdiansyah akan menggelar training center (TC) bagi Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan. Ada dua tempat yang menjadi alternatif, yaitu Solo dan Sawangan, Bogor. Kedua tempat itu dipilih karena mempunyai sarana berlatih yang baik, khususnya kondisi lapangan yang representatif. ''TC tersebut baru rencana. Biar pemain lebih fokus menghadapi babak delapan besar,'' tegasnya. Soal waktunya, manajemen dan pelatih belum menentukan. Mereka akan melihat terlebih dulu jadwal babak delapan besar dari PSSI. ''Kalau jadwal delapan besar mepet, ya terpaksa TC tidak jadi digelar,'' tutur Agung. Rombongan PSIS tiba di Semarang siang kemarin sekitar pukul 13.00 setelah menjalani pertandingan lanjutan lawan PSPS Pekanbaru (24/8) di Stadion Lebak Bulus. Di pertandingan tersebut, Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan bermain imbang 1-1. Setelah libur sehari, sore ini mereka mulai berlatih lagi.(H13-22) |