logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Masih Kenali Pembesuk


Nurcholish Madjid - SM/dok

JAKARTA- Kondisi kesehatan cendekiawan muslim yang juga Rektor Universitas Paramadina, Nurcholish Madjid (Cak Nur) dari hari ke hari makin kritis. Kini dia dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (Gedung C H 4 Ruang 4403). Kondisi kesehatan Cak Nur itu diungkapkan tim dokter yang diketuai dr Hermansyur Kartowisastro, Kamis kemarin.

"Keadaan Cak Nur menjadi lebih buruk se-hingga harus dirawat di ruang ICU. Sehabis operasi transplantasi hati, keadaan Cak Nur tidak seratus persen pulih sehingga kemungkinan untuk sembuh sangat diragukan," katanya

Kendati demikian, pihaknya akan tetap berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi kesembuhan Cak Nur. "Penyakit hati yang diderita merupakan penyakit kambuhan. Tapi yang jelas, sudah beberapa kali mengalami operasi berat, namun beliau tetap mampu bertahan."

Seperti diberitakan, Cak Nur telah dirawat selama 11 hari akibat penyakit hati yang telah dideritanya cukup lama itu kambuh kembali. Sebelumnya dia telah melakukan transplantasi hati di China sekitar Juli 2004. Karena komplikasi berat, Cak Nur dibawa tim dokter untuk berobat ke Singapura.

Menurut keterangan kerabat dekatnya, Ibnu Soenarto, Cak Nur masih dapat mengenali orang-orang yang membesuknya, kendati kondisi tubuhnya makin melemah. "Cak Nur tidak bisa makan. Setiap kali makan pasti muntah. Jadi, banyak sekali cairan yang terbuang dan dia mengalami dehidrasi. Karena itu, dia dilarikan ke rumah sakit. Sekarang Cak Nur harus makan dengan dibantu selang infus," katanya.

Tim dokter dari Singapura yang pernah merawat Cak Nur mengatakan, pihak rumah sakit tidak perlu lagi merawat Cak Nur dengan menggunakan inkubator. "Biar dia (Cak Nur) menikmati masa-masa terakhirnya," pesan dokter tersebut seperti ditirukan Ibnu.

Saat ini Cak Nur sedang menunggu kedatangan anak-anaknya dari Washington, Boston, dan Prancis. Hingga kemarin, beberapa koleganya datang menjenguk di rumah sakit.

Di antaranya Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Fahmi Idris, Pemimpin Redaksi Kompas Jakob Oetama, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas, dan Ketua ICW Teten Masduki.

Seusai menjenguk, Teten mengatakan, kondisi Cak Nur memang sangat kritis.

"Kita semua sekarang hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah SWT. Kendati demikian, saat saya menjenguk, dia masih dapat mengenali saya dan teman-teman yang lain, walaupun masih belum mampu untuk berbincang-bincang." Dia berharap semua pihak turut serta mendoakan bagi kesembuhannya. (aih-14t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA