| Jumat, 26 Agustus 2005 | MURIA |
Sekolah Mulai Susun RAPBSBOS Baru Dicairkan SeptemberREMBANG - Hingga Kamis kemarin, bantuan operasional sekolah (BOS) di Kabupaten Rembang masih belum cair. Namun, dari pihak sekolah yang akan menerima BOS sebagian besar telah mulai menyusun rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS). Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Rembang Drs Sadono mengemukakan, kemungkinan dana BOS untuk Kabupaten Rembang akan cair pada September mendatang. Namun sebagai persiapan, ungkapnya, sekolah yang menerima dana sudah mulai menyusun RAPBS sebagai salah satu syarat untuk mencairkan dana BOS. Setelah membuat RAPBS, lanjutnya, sekolah harus berkonsultasi dengan komite sekolah. Dalam rapat antara sekolah dan komite sekolah tersebut kemudian bersama-sama menyusun anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS)berdasarkan RAPBS yang dibuat tiap-tiap sekolah. "Berdasarkan pantauan beberapa hari ini, sejumlah sekolah yang akan menerima BOS sudah mulai mengadakan rapat dengan komite sekolah untuk membahas RAPBS," ujarnya. Data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Rembang menyebutkan, 90.773 siswa yang tersebar di 538 sekolah terdiri atas SD, SMP, MI, MTs negeri ataupun swasta serta pondok pesantren salafiyah setingkat MI dan MTs di Kabupaten Rembang akan menerima BOS 2005. Sementara itu, besaran dana BOS yang akan diterima sekolah dan siswa di daerah ini Rp 23,7 miliar. Mengingat besaran bantuan yang akan diterima, Sadono mengharapkan, pihak sekolah benar-benar memanfaatkan dana BOS tersebut untuk kepentingan-kepentingan meningkatkan mutu pendidikan siswa. "Jika nanti terdapat penyelewengan dana BOS yang tidak untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa, kami akan menindak tegas dengan memberikan sangsi kepegawaian dan hukum yang berlaku," tegasnya. Selain itu, dia meminta agar dana BOS diawasi dengan ketat oleh semua kalangan masyarakat. "Selain ada pemantau yang telah ditetapkan, masyarakat juga kami harapkan menjadi pemantau jika ada kesalahan-kesalahan dalam pengunaan dana BOS tersebut," ungkap Sadono. (moe-44j) |