| Jumat, 26 Agustus 2005 | MURIA |
"Matur Nuwun Anak Kula Diobati"
"WAH niki bener-bener pitulungane Gusti Allah lantaran Suara Merdeka. Ngertos-ngertos kok wonten sing ngeguhaken nasibe anak kula, sahengga RS Kariadi Semarang nggih langsung nangani. Matur nuwun ingkang tanpa umpami lo, Mas (Wah ini benar-benar pertolongan Tuhan melalui Suara Merdeka. Tahu-tahu kok ada yang mencarikan jalan keluar nasib anak saya sehinga RS Kariadi Semarang ya langsung menangani. Terima kasih yang tiada terkira lo, Mas-Red)," ungkap Agustanto, ayah Achmad Romadhon, bayi berumur sembilan bulan asal Dukuh Bendo, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora yang menderita tumor sejak lahir. Dia mengungkapkan hal itu kepada Suara Merdeka, Rabu (24/8) malam, menjelang keberangkatannya ke Semarang untuk pengobatan anaknya. Tidak berlebihan jika Agus yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu mengemukakan hal tersebut. Pasalnya, dia dan keluarganya sudah beberapa tahun ini sangat berharap, penyakit anaknya bisa segera diobati. Sementara itu, tumor pada tangan dan dada sebelah kiri anaknya terus membesar. Ya, Rabu malam itu bisa jadi sebagai pijakan sejarah bagi Romadhon untuk menapaki hidup yang lebih baik. Puluhan tetangganya berkerumum di rumah Agus untuk memberikan doa dan ucapan selamat. Mereka berharap, proses pengobatan Achmad bisa sukses dan secepatnya bisa berkumpul dengan keluarga kembali dalam keadaan sehat walafiat. Sebagaimana diberitakan harian ini sebelumnya, Achmad Romadhon diketahui menderita tumor pada lengan tangan kiri dan dadanya. Karena terbentur masalah biaya, penyakit tersebut tidak segera diobati. Bahkan dengan berbekal kartu JPS, orang tuanya nyaris putus asa karena harus antre ruangan dalam jangka tahunan. Namun begitu kondisi bayi itu diberitakan di harian ini, banyak pihak yang menaruh perhatian. Salah satunya BS Center, sebuah wadah yang baru berdiri di Blora yang bergerak di bidang sosial, juga turun tangan. Setelah melobi dengan anggota DPR RI asal Blora Bambang Sadono SY SH MH, bayi tersebut Rabu malam dijemput oleh tim dari RS Dokter Kariadi Semarang untuk menjalani pengobatan. Berdatangan Rabu siang sekitar pukul 14.00, lingkungan rumah bayi Achmad Romadhon sudah dipenuhi tetangganya. Camat Banjarejo Drs Soegiyono bersama istri, beberapa kades di wilayah Kecamatan Banjarejo juga hadir. "Saya ditelepon, katanya siang ini (Rabu siang-Red) tim dari RS Kariadi akan menjemput Achmad. Ini saya dan beberapa kades ingin nguntapke (mengantarkan-Red)," ungkap Camat Banjarejo tanpa mau menjelaskan siapa yang memberi kabar kedatangan tim dari RS Kariadi. Karena sampai pukul 16.00 tim dari Kariadi belum juga kunjung datang, Camat Banjarejo berpamitan dan memerintahkan salah seorang kades untuk tetap menunggui sampai kedatangan tim dari Semarang itu. Patut diacungi jempol perjuangan tim dari RS Kariadi. Meski belum tahu persis lokasi tempat tinggal orang tua bayi penderita tumor itu dan hanya berbekal alamat yang tertera pada koran, menjelang magrib setelah bertanya hingga 10 kali dapat tiba di lokasi. Tim yang dipimpin oleh Djoko Susilo itu langsung disambut suka cita oleh keluarga Achmad Romadhon. "La ini petugasnya sudah datang. Alhamdulillah anak saya akan bisa segera diobati," ucap Agustanto berulang-ulang. Diboyong Setelah tim mengecek beberapa persyaratan admistrasi dan dinyatakan mencukupi, malam itu juga bayi Romadhon dengan didampingi kedua orang tuanya diboyong ke Semarang untuk pengobatan. Suasana haru menyelimuti keberangkatannya, apalagi suasana justru menjadi semakin trenyuh manakala Kijang putih yang ditumpangi bayi Romadhon akan meninggalkan Blora dibarengi dengan padamnya listrik. Sebelum berangkat, untuk sekian kali Agustanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik kepada RS Kariadi Semarang, Bambang Sadono maupun BS Center yang cukup berperan dalam pengobatan anaknya. Dia berjanji, tidak akan melupakan jasa dari banyak pihak itu serta mendoakan kelak akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan. Sementara itu, Forum Komunikasi Wartawan Blora (FKWB) melalui Sekretaris Solekhan SH mengemukakan, sampai saat ini pihaknya terus berusaha menggalang dana untuk meringankan beban keluarga Agustanto. Minimal kelak bisa untuk bekal selama bayinya menjalani perawatan di Semarang. (Urip Daryanto-17j) |