logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Agustus 2005 MURIA
Line

Pembuatan Anus Syahrul Ditanggung Mardi Rahayu

KUDUS- Sikap pasrah pasangan buruh tani warga RT 1 RW 4 Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kudus, Masrian (55) dan Sutikan (42) terhadap kondisi anaknya Mohammad Syahrul Munandar (3,5), mendorong rasa iba orang lain.

Syahrul yang tak memiliki anus sejak dilahirkan itu, segera dioperasi secara gratis oleh dokter RSU Mardi Rahayu Kudus.

Untuk keperluan persiapan operasi besar tersebut, kemarin Syahrul menjalani pemeriksaan laboratorium dan rontgen. Saat menjalani pemeriksaan, bocah nomor tiga dari empat bersaudara itu diantar dan ditunggui kedua orang tua dan pamannya. Usai diperiksa, Syahrul diizinkan pulang.

Berapa perkiraan yang diperlukan untuk mengoperasi (membikin anus buatan secara permanen) bagi bocah itu, pihak rumah sakit keberatan menyebutkan.

''Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan ini nantinya untuk menentukan pelaksanaan operasi,'' kata Direktur RSU Mardi Rahayu dokter Basuki Wibowo yang juga ketua tim operasi Syahrul. Tim beranggotkan dokter Joseph Setia Budi SpA, dokter Elizabeth SpB, dan dokter Iradewi SpAn.

Joseph Setia Budi mengatakan, kalau dilihat dari berat badan, Syahrul belum bisa dioperasi. ''Sebab, berat badan dia saat ini hanya 10 kg. Untuk bisa menjalani operasi harus 12 kg. Jadi dia kurang gizi. Perlu ada perbaikan gizi dulu, setelah bagus baru dioperasi,'' tuturnya.

Menjawab pertanyaan, dokter Basuki menjelaskan, kemungkinan kegagalan operasi yang bakal dilakukan terhadap Syahrul cukup tinggi. ''Sebab, dia tidak punya otot yang bisa menahan anus yang bakal dibuat oleh tim medis,'' paparnya.

Untuk membuat anus permanen, usus Syahrul akan ditarik ke anus tersebut. Namun, kalau usus tersebut tak sampai, usus belakanglah yang akan ditarik.

Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka (23/8), karena tak memiliki anus, beberapa saat setelah dilahirkan pada 19 Januari 2002, Syahrul telah menjalani operasi kecil untuk pembuatan anus sementara. Hingga kini, lewat lubang yang ada di perut kanan itulah untuk keperluan buang air besar. (tik-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA