logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Agustus 2005 SEMARANG
Line

Mabuk Judi, Suami Bakar Istri

DEMAK - Musnari (35), warga Desa Tangkis, Kecamatan Guntur, Demak, tega membakar istrinya, Sukarsih (30), gara-gara tidak diberi uang untuk bermain judi. Akibatnya, korban menderita luka bakar pada bagian perut sampai kedua kakinya, sehingga kemarin masih dirawat di ruang Kenanga RSUD Sunan Kalijaga Demak.

Korban yang bekerja sebagai buruh di Jakarta itu menuturkan, dirinya pulang kampung Minggu (14/8), untuk menghadiri hajatan saudaranya. Korban juga membelikan kalung emas enam gram untuk anak perempuannya.

Baru sehari kalung diberikan, tiba-tiba diminta oleh ayahnya, Musnari, untuk taruhan judi. Korban baru mengetahui hal itu setelah anaknya memberitahukannya.

Kepada suaminya, korban menyatakan keberatan dengan kebiasaan berjudi itu. Dia pun meminta agar kalung anaknya segera dikembalikan. Hal itu ternyata bukannya membuat pelaku sadar, melainkan malah meminta uang untuk menjadi bandar judi dadu. Permintaan itu pun disampaikannya dengan emosi.

Karena permintaan itu tidak diindahkan, membuat Musnari menjadi marah. Tanpa pikir panjang, dia langsung menyiramkan bensin dari jerigen kecil ke sekeliling rumahnya. Sisa bensin itu lalu di siramkan ke tubuh istrinya.

Sambil terus bicara dengan emosi, bapak empat anak itu langsung menyalakan korek api dan melemparnya ke arah korban. Karuan saja, api membakar tubuh Sukarsih. Korban langsung lari ke sawah sambil berusaha memadamkan api tersebut. Para tetangga yang mengetahuinya berupaya menolongnya. Api itu pun akhirnya dapat dipadamkan, kemudian korban langsung dilarikan ke RSUD Demak.

Minta Mati Bersama

Sukarsih menceritakan, suaminya tega melakukan itu karena emosi. Dia malah berkeinginan untuk mati bersama. ''Suami saya marah, dia minta mati bersama. Tubuh saya dari perut sampai kaki terkena luka bakar, sedangkan suami saya hanya luka pada kakinya.''

Sebenarnya, korban saat disiram bensin bermaksud lari menghindari aksi nekat suaminya itu. Namun upaya tersebut gagal, karena suaminya menghalang-halangi dan dengan cepat menyalakan korek api.

''Yang membuat saya bertahan karena saya ingat anak terakhir saya yang baru berusia enam tahun. Kalau saya mati, siapa yang merawat dia,'' paparnya.

Saat kejadian itu, imbuh Sukarsih, keempat anaknya sedang tidak berada di rumah. Mereka sedang bersekolah. Sementara itu, Polsek Guntur yang mendapat laporan percobaan pembunuhan istri oleh suami itu langsung mengamankan Musnari sebagai pelakunya.

Kepada petugas, Musnari mengaku melakukan itu karena jengkel kepada istrinya lantaran tidak menuruti perintahnya.

Meski tersangka sempat ditahan, petugas terpaksa melepaskan karena korban dan anak-anaknya mengajukan permohonan agar pelaku tidak ditahan.

''Saya memang minta agar dia tidak ditahan. Sebab, anak-anak menangis minta seperti itu. Hanya saja, saya sudah tidak mau kembali berumah tangga dengan dia. Saya takut kalau sampai kejadian seperti itu terulang lagi,'' ucap korban. (H1-56d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA