logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Agustus 2005 EKONOMI
Line

Harga Emas Melonjak Menjadi Rp 143.000/Gram

SEMARANG- Melambungnya nilai tukar dolar terhadap rupiah yang hingga Kamis (25/8) menembus level Rp 10.300 mengakibatkan harga jual emas turut naik. Hal ini menjadikan tingkat penjualan perhiasan di toko-toko emas mengalami penurunan drastis. Penurunan tersebut mulai terasa sejak sepekan terakhir.

Menurut Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Jateng Bambang Yuwono lesunya penjualan produk perhiasan dikarenakan para konsumen lebih memilih menunggu harga jual yang murah. Tak hanya penjualan, suasana sepi ini juga terjadi pada pembelian kembali (buyback) produk perhiasan.

Selama ini, perhiasan lebih banyak dimanfaatkan sebagai barang investasi masyarakat.

''Padahal kami tidak tahu, kapan kondisi pasar ini berjalan normal kembali mengingat kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh nilai tukar dolar,'' kata pemilik Toko Emas Dewi Sri di kompleks Shopping Center Johar ini, kemarin.

Bambang mengatakan turunnya tingkat penjualan ini mencapai 80%, terutama untuk produk perhiasan segmen kelas menengah ke bawah. Biasanya, produk tersebut berkisar antara 1 gram hingga 5 gram jenis emas kuning. Kalaupun ada pembeli, kata dia, biasanya mereka yang benar-benar membutuhkan perhiasan. Sedangkan pasar produk untuk segmen menengah ke atas masih stabil, karena harga tinggi tidak terlalu berpengaruh terhadap daya belinya.

Ia mengungkapkan harga emas setiap harinya kini berubah-ubah. Kemarin, harga emas ini mencapai Rp 143.000 per gram. Dibandingkan dengan harga sebelumnya terdapat selisih Rp 3000 yakni Rp 140.000. Kemungkinan kenaikan harga terus terjadi dalam sepekan ini. (mhr, aim-59 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA