logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Agustus 2005 BANYUMAS
Line

Laporan Korban Penghulu Gadungan Bertambah

BANYUMAS - Jumlah warga yang dinikahkan penghulu gadungan Rahmat Basuki asal Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen yang melapor ke polisi bertambah. Hingga kemarin, polisi menyita 12 pasang buku palsu dari pasangan yang dinikahkan tersangka.

''Sebenarnya, pasangan yang dinikahkan oleh tersangka jumlahnya puluhan. Apalagi, dia berpraktik sebagai penghulu gadungan sudah mulai 2003. Mereka merasa malu sehingga tak mau lapor kepada polisi,'' ungkap Kapolsek Kemranjen AKP Isfa Indarto, kemarin.

Seperti diberitakan Suara Merdeka, Polsek Kemranjen menangkap Rahmat Basuki (59), mantan kepala desa, yang tinggal di Desa Pageralang karena berpraktik sebagai penghulu gadungan. Setelah menikahkan di tempatnya, dia juga mengeluarkan buku nikah. Buku nikah tersebut diperoleh tersangka dari Jatinegara, Jakarta Timur. Biaya untuk bisa menikah dan mendapat buku nikah itu hingga Rp 1 juta.

Pria Beristri

Pasangan yang dinikahkan statusnya bervariasi, ada yang lajang, sudah beristri, duda atau janda. Akan tetapi, sebagian besar yang dia nikahkan adalah pria sudah beristri yang kawin lagi tanpa sepengetahuan istri tuanya. Mereka menikah dengan jalan pintas di rumah tersangka yang bisa mengeluarkan buku nikah sekaligus.

Menurut perkiraan Isfa, jumlah pasangan yang tersangka nikahkan mencapai puluhan. Dia mengutip keterangan lisan Kepala Desa Pageralang Solihin, di rumah tersangka sering sekali ada pasangan yang dia nikahkan. Berdasarkan perkiraan Kepala Desa, bisa sekitar 100 orang. Belum terhitung orang yang datang dari luar Pageralang.

''Tersangka hanya menyebutkan beberapa pasang saja yang dia nikahkan dan sudah mendapatkan buku nikahnya. Dia berbelit-belit ketika diperiksa,'' ujarnya.

Seperti soal asal usul buku nikah, semula dia menyebut dari Wanto, warga Pageralang. Namun saat dicek silang dengan orang tersebut, ternyata Wanto hanya disuruh tersangka pergi ke Jakarta untuk mengambil barang. Namun soal barang itu, dia tak tahu isi dan pemanfaatannya. ''Dia tak menyebutkan siapa orang di Jakarta yang memasok buku nikah palsu itu,'' ucapnya. (G23-55j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA