| Jumat, 26 Agustus 2005 | BANYUMAS |
Rp 1,9 M untuk Rehab 38 Balai DesaBANYUMAS - Pemerintah Kabupaten Banyumas tahun ini dipastikan tidak bisa memenuhi semua kebutuhan anggaran renovasi balai desa/kelurahan yang diajukan oleh 38 desa/kelurahan di 17 kecamatan. Pasalnya, anggaran yang ada saat ini baik dari alokasi APBD maupun dana lain seperti dana perimbangan, tidak mencukupi. Pemkab hanya bisa membantu sebagian. ''Pemkab hanya mampu memberikan dana stimulan untuk perangsang swadaya masyarakat. Jumlahnya masih kami hitung dan belum bisa ditentukan karena sebagian masih menunggu persetujuan Bupati,'' kata Kepala Subbagian Administrasi Desa Bagian Pemerintah Desa Sekda Yudo Frestiono SH, kemarin. Dana Swadaya Dana renovasi dari 38 balai desa/kelurahan itu adalah Rp 1.878.535.300, sedangkan dana swadaya masyarakat yang terkumpul Rp 563.046.450. Sebagian juga mendapat tambahan dana perimbangan desa kota (DPDK) Rp 56.500.000. ''Kekurangannya sekitar Rp 1.244.445.890. Bantuan Bupati itu bervariasi disesuaikan dengan kondisi kerusakan dan skala pembangunannya,'' jelasnya. Rata-rata mereka menerima Rp 7,5 juta - Rp 20 juta. Cuma pengucurannya sebagian masih dalam proses. Saat ini, katanya, sudah ada lima desa yang sudah menerima dana stimulan. Dari kelima desa tersebut empat desa berada di Kecamatan Wangon, yakni Desa Pengadegan, Windunegara, Klapagading, dan Jurangbahas, sedangkan Desa Gumelar berada di wilayah Kecamatan Gumelar. Pemberian bantuan itu dilakukan bersamaan dengan peninjauan mahasiswa KKN di daerah tersebut beberapa waktu lalu. ''Dana yang dikucurkan Rp 50 juta, tiap desa mendapat Rp 10 juta. Ini juga direspons bagus oleh warga.'' (G22-55n) |