SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Kamis, 25 Agustus 2005

JAKARTA-Selama tahun 2004 negara dirugikan sebesar Rp 150 miliar akibat adanya rokok yang memakai pita cukai palsu. Namun menurut versi dari Gabungan Pengusaha Rokok Indonesia (Gapri) angka kerugian negara jauh lebih besar.

SEMARANG-Pesta diskon besar-besaran mulai dari 20 sampai 80 persen yang digelar Dutaban Audio dalam pameran bertajuk ''Sales Gedhe'', benar-benar bergaung. Begitu pameran kemarin resmi digelar, sejumlah item produk audio sound system mobil langsung jadi rebutan konsumen.

JAKARTA-Program beras untuk masyarakat miskin (raskin), merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan hak asasi manusia (HAM) atas pangan dan bukan lagi sebagai program penyelamatan akibat krisis (emergency programme). Karenanya, pemerintah dengan persetujuan DPR, menganggap perlu mengadakan program itu dan bukan meniadakan atau menghapusnya.

 

SEMARANG-Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat saat ini membuka peluang bagi CV Quasindo untuk menawarkan beras yang memenuhi standar kesehatan. Beras herbal ponni Taj Mahal yang didistribusikan perusahaan ini, terbukti mampu melangsungkan diet dan mencegah diabetes.

SEMARANG-Pengembang properti yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Jateng kian gencar menjaring konsumen di tengah kelesuan pasar. Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak realisasi angka penjualan.

SEMARANG-Setelah menjangkau seluruh kecamatan di Yogyakarta pada awal 2005, mulai kemarin Telkomsel menyatakan telah berhasil menyelesaikan pembangunan BTS (base tranciever system) untuk menjangkau seluruh ibukota kecamatan di Jateng.

SEMARANG-Selama semester pertama 2005 ini, PT Telkom Divisi Regional (Divre) IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta telah menyalurkan dana program kemitraan untuk Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) sebesar Rp 6 miliar. Pinjaman itu diberikan kepada 584 mitra binaan di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY.

JAKARTA-PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengajukan dua alternatif penguatan modal, yakni melalui rights issue (penerbitan saham) dan mitra strategis. Dirut BTN Kodradi mengatakan hal itu dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Ali Masykur Musa

JAKARTA-Dalam industri perbankan, fenomena social distrust ini cukup jelas direfleksikan dalam fungsi intermediasi yang mengalami distorsi cukup serius. Selain fenomena sosial itu, perbankan juga memiliki alasan lain atas kebijakan yang diambilnya.

MAGELANG-Situasi ekonomi dan moneter yang belum sepenuhnya pulih, ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap dana yang dihimpun Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit se Kanwil BRI Yogyakarta. Pertumbuhan jumlah simpanan makin meningkat, dan hingga akhir Juni 2005 sudah mencapai Rp 3,67 triliun dengan jumlah penabung 4.226.259 orang.

 

JAKARTA-Aksi spekulator ditengarai sangat dominan dalam memicu pelemahan rupiah yang saat ini tembus ke Rp 10.270 per dolar AS. Spekulator yang biasanya bermain di pasar saham kini beralih ke pasar uang.

SALATIGA-Kantor Pusat Perum Pegadaian berniat menambah jumlah kantor cabang di seluruh Indonesia yang sekarang berjumlah 847 kantor cabang menjadi 860 kantor di tahun 2005.

JAKARTA-Realisasi penerimaan negara dari sektor pajak hingga 15 Agustus 2005 mencapai Rp 168,7 triliun. Angka itu berarti meningkat 132 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dirjen Pajak Hadi Purnomo mengatakan hal itu di sela-sela rapat paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA