logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

PBB Gali Makam Serbia

PRISTINA - Pakar forensik PBB mulai menggali 41 kuburan di Pristina, ibu kota Kosovo. Kuburan itu diyakini berisi kerangka warga Serbia yang hilang setelah pasukan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tiba enam tahun lalu.

Ditandai dengan batang kayu dan potongan logam, kuburan itu terletak di lahan kuburan orang Serbia yang sudah dibiarkan telantar. Kuburan tersebut dipenuhi dengan rumput liar dan terletak di depan jalur rel kereta api.

Ketua tim orang hilang PBB dan kantor forensik mengatakan, dia yakin mereka merupakan korban serentetan penculikan dan pembunuhan di provinsi yang mayoritas berpenduduk Albania saat dilakukan penarikan pasukan Serbia dan penempatan pasukan NATO pada Juni 1999.

''Sejumlah warga Serbia hilang saat pasukan KFOR tiba, dan di wilayah Pristina sendiri 50 orang hilang,'' kata Jose-Pablo Baraybar kepada kantor berita Reuters di lokasi kuburan tersebut. KFOR adalah Pasukan Kosovo pimpinan NATO yang masih berpatroli di provinsi itu.

''Sangat mungkin bahwa mereka dihabisi di jalan-jalan. Mayat tersebut dikumpulkan, dibawa ke rumah sakit dan kamar mayat dan kemudian dikubur di tempat ini,'' kata dia.

Tujuh belas kuburan ditandai dengan nama-nama Serbia, termasuk mereka yang pernah terdaftar sebagai penduduk setempat. Beberapa kerangka ditemukan dalam keadaan dibungkus tas atau kain milik rumah sakit. Satu kuburan ditandai dengan pecahan logam dari mesin cuci.

Sekitar 500 warga Serbia dan 2.400 etnis Albania masih hilang akibat perang 1998-99 di selatan provinsi Serbia itu. Wilayah itu kini di bawah pengawasan PBB.

Warga Albania Kosovo berharap dapat meraih kemerdekaan resmi dari Serbia dalam beberapa pembicaraan yang diharapkan negara Barat dibuka tahun ini. Serbia menyatakan, provinsi yang dikelilingi pegunungan itu merupakan tempat kelahiran bangsa Serbia dan tidak dapat pernah menjadi wilayah independen.(rtr-gn-25)

Bus Naik Trotoar, 19 Tewas

BEIJING - Gara-gara berusaha menghindari tabrakan dengan sepeda, sebuah bus sekolah menghantam trotoar di Kota Shenzhen, China selatan Selasa malam lalu. Sembilan belas orang tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam insiden itu.

Dalam laporannya kemarin, kantor berita Xinhua menyebut insiden itu sebagai kecelakaan terburuk dalam sejarah Shenzhen. Saat bus menabrak trotoar, sejumlah pasangan muda-mudi keluar dari diskotek di dekat lokasi kejadian.

Para pedagang asongan dan sejumlah pegawai setempat juga ikut diseruduk bus tersebut.

''Di dalam bus itu hanya ada seorang pemuda dan sopir bus. Bus tersebut menabrak sisi jalan tempat para pedagang asongan menjual makanan kecil untuk para pengunjung diskotek. Para pegawai yang naas itu baru saja keluar dari kantor mereka,'' lapor Xinhua.

Sembilan orang tewas seketika dan 10 lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

''Dari 16 korban selamat, enam masih mendapat perawatan darurat di rumah sakit, dua mengalami cedera otak,'' demikian diberitakan kantor berita China. Polisi menahan pengendara bus berusia 24 tahun dan para penyelidik masih mengusut sebab kecelakaan. (ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA