logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Agustus 2005 EKONOMI
Line

Tahun Ini Pegadaian Salurkan Kredit Rp 12 Triliun

SALATIGA-Kantor Pusat Perum Pegadaian berniat menambah jumlah kantor cabang di seluruh Indonesia yang sekarang berjumlah 847 kantor cabang menjadi 860 kantor di tahun 2005. Penambahan dilakukan karena potensi permintaan kredit melalui kantor pegadaian di beberapa daerah sangat tinggi. Beberapa daerah lain yang belum terjangkau kantor pegadaian merupakan potensi baru penyaluran kredit kepada nasabah yang baru pula.

Menurut Direktur Operasional dan Pengembangan Perum Pegadaian Ketut Sethyon SE MM, selama semester pertama tahun ini penyaluran kredit kepada nasabah yang dilakukan kantor pegadaian di Indonesia sudah lebih dari 55 persen dari target Rp 12 triliun.

''Bahkan diprediksi pada Juli hingga Agustus sekarang, persentase tersebut mengalami peningkatan pesat,'' ujarnya sela-sela pelaksanaan rapat kerja wilayah (Rakerwil) tahunan Kanwil Pegadaian Semarang di Hotel Laras Asri Salatiga, Rabu (24/8).

Dijelaskan, tambahan kantor cabang itu diprioritaskan di daerah yang belum banyak kantor pegadaian, seperti di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara. Penambahan itu tidak lepas dari keinginan masyarakat terhadap kebutuhan kredit melalui kantor pegadaian.

Di sisi lain, kata Ketut, ada sekitar 128 kantor pegadaian di Indonesia yang mengalami defisit pendapatan dan rencananya bakal direlokasi. Namun rencana itu masih harus mempertimbangkan potensi perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat saat ini. ''Sebaliknya sebagian besar kantor cabang di sejumlah daerah lain justru mengalami over target penyaluran kredit dari berbagai produk layanannya,'' kata dia.

Over Target

Kepala Kanwil Perum Pegadaian Semarang Arie Setyawan SH MBA mengatakan, di semua kantor cabang yang dipimpinnya pada semester pertama mampu meraih peningkatan target penyaluran kredit. Di antaranya penyaluran kredit kelayakan usaha berupa produk Kreasi dan Krasida yang berupa layanan pegadaian dengan jaminan surat berharga mencapai 288% atau sekitar Rp 31,2 miliar dari target Rp 10,8 miliar.

Sedangkan produk lain seperti Kredit Cepat Aman (KCA) atau praktik gadai biasa mampu mencapai 103% sebesar Rp 319 miliar dari target Rp 309 miliar. Adapun produk Gadai Syariah yang juga menjadi salah satu unggulan terbaru juga mampu mencapai 137 % dengan nilai Rp12,6 miliar dari target Rp 9,2 miliar.

Meski begitu Arie mengakui masih ada sejumlah cabang yang mengalami defisit. Namun menurut dia, jumlah itu terus menurun, bahkan pada Juli lalu, tinggal enam cabang yang defisit, sementara bulan sebelumnya 12 cabang dan tahun lalu ada 21 cabang.

"Cabang ini biasanya ada di daerah yang tadinya jadi sentra perekonomian, sekarang sudah pudar. Tapi cabang ini akan tetap dipertahankan sejauh masih ada pelanggan, kalau tidak kami akan melakukan relokasi," terangnya. (H2-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA