logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Agustus 2005 PANTURA
Line

Pesan Pilkada Damai dari Puncak Gunung Slamet

PERINGATAN HUT Ke-60 RI mempunyai kesan tersendiri bagi para penggiat dan pencinta kegiatan alam bebas Kabupaten Batang yang tergabung dalam Prawata Wilis (PW) Club. Mereka dapat mencapai puncak Gunung Slamet yang berketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (dpl) dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Ada yang lebih bermakna dari pendakian itu, yaitu detik-detik peringatan proklamasi di puncak dengan mengibarkan Sang Merah Putih. Di ketinggian itu pula mereka juga membentangkan spanduk yang berisi seruan kepada segenap komponen masyarakat Kabupaten Batang khususnya generasi muda untuk bersama-sama menciptakan Pilkada 2006 dengan damai.

"Bagi PW, peringatan HUT Ke-60 RI sangat bermakna. Upacara pengibaran Sang Dwiwarna kami lakukan di puncak Gunung Slamet," ujar Ketua PW Sidik.

Kegiatan itu terselenggara berkat kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai fasilitator. "KPUD Batang berkepentingan untuk masuk dalam lingkup generasi muda yang mempunyai kreativitas kegiatan positif. Sebab, mereka merupakan mitra energik bagi kegiatan pendidikan pemilih dan kegiatan peringatan 17 Agustus di puncak Gunung Slamet itu diharapkan dapat melahirkan semangat perjuangan dalam menciptakan Pilkada Batang Damai 2006. Paling tidak dimulai dari anak muda Batang yang tergabung dalam PW," papar Ketua KPUD Yakub Widodo SH MHum yang juga ikut mendaki.

Menurut keterangan dia, KPUD Batang sejak dini sudah menyosialisasikan pilkada di berbagai pelosok daerah dengan sejumlah kegiatan, seperti pemutaran film dokumenter, festival debus, dan rebana.

Dalam pendakian itu, Sidik didampingi Yoyok, Anton, Amin, Pras, I'ik, dan Rita. Pendakian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu latihan fisik lima hari (8-12 Agustus), karantina dua hari (13-14 Agustus) dilanjutkan pendakian dan turun (15-18 Agustus).

Cuaca yang dingin tak menyurutkan nyali mereka yang terus bergerak menuju ke puncak. "Karena itu, kami perhitungkan agar tepat 17 Agustus sudah berada di puncak dan langsung upacara pengibaran bendera."

Sidik menuturkan, ada cerita yang berkesan dalam kegiatan itu, ketika terjadi kecelakaan dengan jatuhnya kawan pendaki dari Pekajangan, Kabupaten Pekalongan Ari (18) ke dalam jurang pada Rabu (17/8) pagi sekitar pukul 08.00.

Saat itu rombongan Batang yang kali pertama turun dan melakukan evakuasi penyelamatan dan penginformasian ke base camp SAR di Desa Bambangan, Purbalingga. (Arif Suryoto-50j


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA