| Rabu, 24 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Semarang Daftarkan 480 AtletSEMARANG- Setelah mengadakan pertemuan dengan cabang - cabang olahaga, KONI Kota Semarang langsung membentuk kontingen yang akan turun di Porda Jateng. Dipastikan Kota Semarang berkekuatan 480 orang, terdiri atas atlet, ofisial, dan pelatih. Hal itu terlihat ketika KONI Kota Semarang mendaftarkan cabang - cabang olahraga yang akan turun di Porda Jateng, 14-18 September ke KONI, Senin (22/8) lalu. Mereka mendaftar by name tanpa mencantumkan cabang sepak bola, karena cabang yang paling populer di masyarakat ini, PSIS tidak ikut dalam babak kualifikasi untuk wilayah Karesidenan Semarang, dengan alasan tidak punya dana. "Sebanyak 480 orang tersebut merupakan anggota resmi kontingen Kota Semarang yang kami daftarkan ke KONI Jateng. Sebelum berlaga di arena, rencananya akan dikukuhkan oleh Wali Kota Semarang (Sukawi Sutarip SH SE-red). Waktunya akan kami tetapkan kemudian, setelah seragam kontingen jadi,'' jelas Ketua Harian KONI Kota Semarang, H Tohir Sandirdjo, kemarin. Diakui, selain sepak bola yang tidak ikut dalam babak kualifikasi, juga cabang sepak takraw dan bola voli putri akan absen di Porda. Dua cabang ini tidak lolos dari babak kualifikasi. Kendala lain yang bakal dihadapi oleh Semarang adalah masalah atlet potensial yang banyak pindah ke daerah lain, atau paling tidak ada sekitar 20 atlet terbaik Kota ATLAS ini hijrah. Di antaranya atlet cabang wushu dan taekwondo pindah ke Kabupaten Kudus. Pertahankan Gelar Ada beberapa cabang olahraga yang masih bisa diandalkan, antara lain PABBSI, senam, tinju, wushu nomor seni, menembak, kempo dan karate, termasuk cabang sepatu roda yang resmi dipertandingkan di Porda, kendati sebelumnya disebut - sebut sebatas eksibisi dengan alasan pesertanya hanya satu pengcab, yaitu Pengca Kota Semarang. ''Apalagi sepatu roda resmi dipertandingkan, sehingga kami semakin optimis bisa mempertahankan gelar juara. Saingan terberat kami hanya Banyumas, sedangkan Kota Solo yang selalu menjadi batu sandungan, persiapan menuju ke Porda kurang bagus,'' akunya. Pada Porda Jateng tahun 2001, Kota Semarang yang berhasil meebut juara umum meraih 71 medali emas, 70 perak dan 66 medali perunggu, Banyumas yang menempati peringkat kedua meraih 63 emas, 31 perak, dan 29 perunggu, sedangkan Surakarta di tempat ketiga dengan 38 emas 24perak, 42 perunggu. (C16-40) |