| Rabu, 24 Agustus 2005 | MURIA |
UN Bahasa Inggris Diikuti 1.213 PesertaBLORA- Sebanyak 4.372 siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Blora, mengikuti ujian nasional tahap kedua yang berlangsung 22-24 Agustus. Dari jumlah tersebut, terbanyak mengikuti ujian bahasa Inggris dan matematika. Sebab jumlah siswa yang tidak lulus ujian nasional tahap pertama untuk dua mata pelajaran itu, lebih banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), Basuki Sudjono SH melalui Kasubdin Dikmen Drs Marsono menyebutkan, siswa yang mengikuti ujian tahap kedua itu berjumlah 4.372 orang. Dengan perincian 2.065 siswa SMP/MTs, 1.115 siswa SMA/MA, dan 1.192 siswa SMK. Dari jumlah tersebut, siswa SMA/MA/SMK yang mengikuti UN tahap kedua untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia hanya sekitar 103 siswa. Sementara yang mengikuti UN untuk mata pelajaran Bahasa Inggris berjumlah 1.213 siswa. Untuk mata pelajaran Matematika/Ekonomi/ bahasa asing hanya sekitar 730 orang. Untuk siswa SMP/MTs, ujian mata pelajaran bahasa Inggris diikuti 1.028 siswa. Mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia diikuti 1.174 dan 452 siswa. ''Data jumlah siswa yang mengikuti UN tahap kedua, kami bagi berdasarkan mata pelajaran yang akan diikuti dalam ujian,'' tandasnya. Marsono mengungkapkan, setiap siswa yang mengikuti ujian nasional tahap kedua hanya akan mengerjakan materi soal ujian yang pada ujian nasional tahap pertama dinyatakan tidak lulus. Dia menyebutkan, ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika/ekonomi/bahasa asing. Menurut dia, ujian tahap kedua itu merupakan kesempatan terakhir bagi siswa untuk bisa lulus sekolah. Dia mengemukakan, jika dalam ujian kali ini ada siswa yang dinyatakan tidak lulus, siswa yang bersangkutan harus mengulang dengan duduk di kelas III di masing-masing sekolah. Sulit Besarnya jumlah siswa yang mengikuti ujian mata pelajaran Bahasa Inggris yang diujikan di hari kedua UN kemarin, menurut Ketua Subrayon 1 SMA/MA Drs H Joko Santoso, disebabkan mata pelajaran itu kemungkinan besar pelajaran tersulit dibandingkan dengan mata pelajaran lain. ''Informasi yang kami diterima dari siswa, memang seperti itu. Ada yang mengaku kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. Sebab waktu mengerjakan soal ujian, siswa juga harus mendengarkan (listening) materi ujian dengan baik,'' ungkapnya. Sementara itu, Yanti, salah seorang siswa SMA yang mengikuti ujian Bahasa Inggris menyatakan dirinya merasakan kesulitan saat mengerjakan soal Bahasa Inggris. Sebab, menurutnya, pikiran harus konsentrasi dengan baik untuk mendengarkan materi soal Bahasa Inggris yang dibacakan. Meski siswa diberikan kesempatan meminta pengulangan bacaan soal, jika kurang jelas, tetap saja banyak yang mengeluh lantaran bacaan soal tidak jelas. ''Lebih baik tertulis saja. Sebab kalau listening, konsentrasi harus dibagi antara mendengarkan materi soal dan memikirkan jawaban yang tepat,'' imbaunya.(aiz-17s) |