| Rabu, 24 Agustus 2005 | SEMARANG |
Jam Sekolah Main PS, 12 Pelajar DiraziaUNGARAN - Unit Patroli Bagian Bina Mitra Polres Semarang, sekitar pukul 10.30 kemarin merazia 12 pelajar di Ungaran yang kedapatan main play station (PS) pada jam sekolah. Mereka adalah empat siswa sebuah SMK, tujuh pelajar SMP swasta, dan seorang alumni sebuah SMK di Ungaran. Para pelajar yang sebagian masih menggunakan seragam sekolah itu dijaring di tempat PS milik Handoko di Jalan Kenanga 1 Genuk, Ungaran. Kabag Bina Mitra Kompol Sutarno didampingi Kanit Patroli S Sriyanto mengatakan, pihaknya melakukan razia karena ada keluhan dari masyarakat. ''Ada warga yang mengirimkan SMS kepada Kapolres mengenai keberadaan PS tersebut. Warga itu kemungkinan jengkel, sebab anaknya sering tidak masuk sekolah atau sering membolos gara-gara main PS,'' kata Sutarno, kemarin. Mendapat instruksi dari Kapolres, beberapa anggota Unit Patroli Samapta segera menyelidiki. ''Setelah yakin di tempat itu ada pelajar main PS pada jam sekolah, beberapa anggotanya melakukan penangkapan,'' ujarnya. Selain itu Sutarno juga menegaskan, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap usaha-usaha PS agar tidak buka pada jam sekolah. ''Kami berencana memberi teguran dan merazia tempat-tempat PS yang buka pada jam-jam sekolah,'' paparnya. Di Mapolres Semarang, ke-12 anak yang terjaring itu, kemarin hanya diberi pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya. ''Kami juga akan koordinasi dengan sekolah dan para guru untuk intensif dalam memberi pengarahan kepada siswa,'' tandas Sutarno. Setelah beberapa guru dari pelajar itu datang ke Mapolres sekitar pukul 12.00, para pelajar itu diizinkan pulang. Uang Jajan Andrian Pratamaputra (11), siswa Kelas I SMP itu mengaku, dirinya bermain PS sekali dalam seminggu. ''Sehari saya dikasih uang jajan Rp 2.000, sedangkan untuk naik angkot ke sekolah Rp 1.000. Uang tersebut kadang saya sisihkan untuk main PS,'' tutur dia yang oleh teman-temannya akrab dipanggil Kebo itu sambil cengengesan. Andrian, bocah berkulit gelap itu, kemarin mengundang tawa para petugas. Jawaban bocah itu seakan lepas tanpa rasa takut. Ditanya petugas tentang cita-citanya, dengan santai Andrian menjawab, ''Mau jadi bos mi ayam, Pak,'' ujarnya polos sehingga mengundang tawa petugas. Sementara Agus Feri (13), pelajar Kelas II SMP mengatakan, baru kali pertama main PS karena diajak teman. Setiap hari Feri mendapat uang saku Rp 5.000 dari orang tuanya. Begitu pun Khanif Hanafi teman Agus yang masih menggunakan seragam sekolah juga ikut ditangkap. ''Saya tadi sudah izin setelah mengikuti ujian,'' ungkap Khanif. (H14-18d) |