| Selasa, 23 Agustus 2005 | KEDU & DIY |
Tolak Kekerasan Ospek di UGMYOGYAKARTA - Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam KOMPII 11 berunjuk rasa di Bundaran Bulaksumur Yogyakarta, Senin (22/8). Mereka menolak tindak kekerasan dalam kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) di perguruan tinggi tersebut. Mereka sejak pagi hari berkumpul di Bundaran Bulaksumur sambil membawa poster-poster untuk mempertegas tuntutan mereka sambil satu per satu aktivis berorasi secara bergantian. Kemudian mereka menggelar sebuah performing art yang melambangkan kondisi mahasiswa baru yang terlanda tekanan fisik dan psikis. Menurut pandangan korlap aksi Askar, Ospek merupakan agenda pengenalan kampus yang tiap tahun berlangsung. Namun, sudah menjadi kebiasaan jika Ospek di beberapa fakultas menjadi arena kekerasan dan perpeloncoan terhadap para mahasiswa baru. ''Pengenalan kampus yang diwarnai dengan tindakan kekerasan merupakan hal yang tidak baik dan hanya akan melahirkan manusia-manusia berjiwa preman serta tidak kritis,'' ujar Askar dalam orasinya. Dia menyebutkan, Ospek seharusnya diwarnai dengan kegiatan-kegiatan yang bisa membangkitkan semangat dan idealisme pendidikan dalam diri para mahasiswa baru. Sebab, merekalah yang nantinya menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara. Pada kesempatan itu pula, Koordinator KOMPII 11 UGM Dahlia Linda menyerukan kepada para mahasiswa baru untuk melawan atau minimal melaporkan kepada para pengawas jika nantinya di lapangan mengalami perlakuan buruk dari para seniornya. Selain melakukan aksi, tim tersebut juga nantinya akan mengadakan berbagai macam tindakan advokasi dan pelayanan selama Ospek berlangsung. Dan, telah dibentuk tim dan nantinya mereka akan diterjunkan pada inisiasi kampus pada 24 Agustus serta Ospek di tiap-tiap fakultas UGM pada 25-27 Agustus. ''Kami harapkan, dengan adanya tim itu bisa menolong dan membantu para mahasiswa baru yang mengalami kesulitan,'' ujar Linda. (P12-39j) |