logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Agustus 2005 SALA
Line

Ditinggal 10 Menit, Motor Pinjaman Raib

SOLO - Nasib nahas menimpa Donny Prasetyo (23), warga Karangbendo, Bantul. Motor pinjaman dari tantenya, Honda AD-5199-YS, raib ketika dia berkunjung ke rumah pemilik sah motor itu, Drg Tri Darmani, warga Jalan Yosodipuro, Solo. Kejadian itu, Minggu (21/8), dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta yang diterima Ipda Suharjo.

Menurut Donny, motor yang dibawanya itu sebenarnya dalam kondisi terkunci stang. Bahkan dia masuk untuk menemui tantenya itu sekitar 10 menit. "Saya sempat tak percaya, motor itu telah hilang dalam waktu demikian singkat," kata korban yang bersatus mahasiswa itu, kemarin.

Dia menyebutkan, sepeda motor Honda yang hilang tersebut merupakan pinjaman dari tantenya. Motor tersebut selama ini diagunakan sebagai alat transportasi dari rumah indekosnya ke kampus. "Biasanya, setiap libur kuliah saya sempatkan main ke rumah tante. Biasanya sih aman-aman saja."

Kasat Reskrim AKP Djoko Tjahjono mengatakan, pencurian kendaraan bermotor menunjukkan tren naik dalam sepekan terakhir. Sejauh ini upaya antisipasi sudah dilakukan petugas Reskrim dengan membuka kembali data para pelaku lama. "Kami sudah mengincar beberapa nama yang telah menyelesaikan hukumannya di rumah tahanan (rutan). Setelah mereka bebas, belakangan ada kecenderungan aksi curanmor mengalami peningkatan," katanya.

Dia menyebutkan, dalam sehari angka pencurian sepeda motor di wilayah Kota Solo bisa mencapai 1-3 buah. Karena itu, perlu antisipasi dan kesadaran semua pihak, termasuk para pemakai kendaraan roda dua.

"Jika memungkinkan, sepeda motor lebih baik diberi kunci pengaman tambahan. Jaminan seratus persen tentu saja tidak, tapi langkah ini bisa menghambat para pencuri dalam melakukan aksinya," papar Djoko.

Selain itu, akan lebih baik bila kendaraan tersebut diparkir di lokasi yang selalu terawasi dengan baik. Sebab, dengan memarkir motor sembarangan, potensi menjadi sasaran kejahatan sangat terbuka lebar. "Penjahat akan beraksi bila ada kesempatan. Karena itu, lebih baik kesempatan tersebut dipersempit," jelasnya lagi. (nin,san-36n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA