logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Agustus 2005 RAGAM
Line

Terapi Tradisional Ginjal

SEKARANG ini, pengobatan alternatif makin diterima masyarakat luas, termasuk kalangan modern. Maraknya tempat pengobatan tradisional serta klinik kesehatan alternatif yang memadukan sistem pengobatan modern dan terapi tradisional yang berkembang belakangan ini, menjadi bukti.

Salah satu praktisi yang eksis menjalankan profesinya sebagai ahli pengobatan alternatif, adalah Pringgondani, mengaku telah menekuni dunia pentabiban sejak tahun 1970-an. Sejak usia muda, 20 tahun, pria asli Yogyakarta ini, sudah banyak orang yang minta tolong untuk diobati penyakitnya.

Kebiasan mengobati orang dengan terapi tradisional, awalnya dilakukan sebagai sambilan. Yakni, ketika masih menjadi karyawan swasta, dan tinggal di Cililitan, Jakarta. Perlahan tapi pasti, kemampuan pengobatan yang dimiliki pria penggemar perkutut ini, mulai tersiar dari mulut ke mulut.

Terutama, sejak dia berhasil menyembuhkan penyakit istrinya yang mengidap penyakit hepatitis kronis, dan telah divonis gagal oleh dokter. Sejak itu, banyak pasien mulai berdatangan. Sejak itu pula, Pringgondani memutuskan berhenti dari pekerjaanya, dan beralih profesi sebagai juru sembuh alternatif. Selanjutnya, pada tahun 1976, pindah ke Semarang, dan buka praktik. Dari berbagai keberhasilannya, kini banyak pasien dari berbagai kota besar di seluruh nusantara, bahkan dari Malaysia, Singapura, Belanda dan Australia, yang meminta pertolongan untuk penyembuhan atas penyakit kronisnya.

''Penyakit yang khusus saya obati, hepatitis, ginjal, tumor dan kanker. Saya sengaja mengambil spesialis keempat penyakit tersebut, karena memang keahlian saya disitu,'' katanya kepada Suara Merdeka, di tempat praktiknya, Jl Wologito VII/79, Semarang, belum lama ini.

Mendiagnosa Jenis Penyakit

Menjawab pertanyaan, dikatakan, dalam melakukan pengobatan, menggunakan pendekatan kedokteran dan cara tradisional. Pendekatan medik modern, terutama untuk mendiagnosa jenis penyakit yang diderita pasien. Seperti tes urine untuk penderita gejala ginjal, dan rongen untuk penderita hepatitis, serta berbagai uji klinik lainnya.

''Saya tidak mau berspekulasi. Pasien harus didiagnosis secara akurat melalui pemeriksaan layaknya pengobatan konvensional,'' tuturnya sambil menambahkan, dirinya juga melayani pengobatan jarak jauh. Melalui konsultasi dengan mengirimkan data pasien, termasuk hasil cek medik laboratorium.

Untuk itu, jangan harap dia akan menyebutkan jenis penyakit pasien sebelum ada pernyataan yang dilakukan pengecekan terlebih dahulu secara medik, layaknya pengbatan dokter. Pendekatan tradisional yang dilakukan, terutama untuk penyembuhan, seperti pemijatan refleksi dan pembuatan ramuan obat.

Obat yang diramu, bersumber pada bahan alami. Bisa tumbuhan, biji-bijian, akar, serta berbagai bahan tanaman alami lainnya. Media herba dan rempah-rempah secara medis khasiatnya dapat dipertanggungjawabkan. Tidak banyak efek sampingnya, dari segi kenyamanan lebih dapat dipahami untuk pengobatan alternatif.

''Minum obat tradisional dari tumbuhan, umumnya tanpa efek sampingan, tidak berbahaya. Khasiatnya dapat dipertanggungjawabkan,'' kata tabib Pringgodani yang setiap saat bisa dihubungi untuk konsultasi awal lewat telpon (024) 7614223 atau HP 08122931058.

Sakitnya Sembuh Total

Khasiat ramuan obat tradisional racikannya, juga sudah dirasakan beberapa pasiennya, diantaranya Sukandar dari Jakarta, sakit hepatitis C kronis, setelah dua bulan ditangani, sakitnya sembuh total. Pengakuan serupa dikatakan Ny. Partono dari Bandung, dijumpai di sela-sela pasien lain. ''Setelah empat bulan dirawat di sini, kanker kandungan stadium lanjut yang menyerang saya, sembuh,'' akunya.

Kedua pasien tersebut, mengaku kesembuhannya penyakitnya tidak lepas dari ramuan yang diminum sesuai aturan. Demikian halnya dosis yang diberikan tabib tersebut, diakui tepat takarannya.

Dengan tegas, tabib yang melakukan penyembuhan terhadap penyakit kanker dan tumor, hepatitis A, B, dan C, gagal ginjal, dan penyakit berat lainnya, mengakui, idealnya mengobati penyakit dilakukan ke dokter. Tetapi apa salahnya menggunakan media tradisional yang dalam banyak hal juga bisa dipertanggungjawabkan. (Priyonggo-12)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA