logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Keluarga Sepakat Jaksa Lozara Diautopsi

UNGARAN - Seluruh anggota keluarga Jaksa Umbu Age Lozara akhirnya satu suara soal rencana autopsi terhadap almarhum. Anak kedua mendiang Lozara, Erik Meza Nusantara, ditemui kemarin di rumahnya di Jl Gereja 14A Ungaran, Kabupaten Semarang menyampaikan, Ibunya, Srihadi Indro Chrisnowati, rencananya hari ini akan ke Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung untuk membicarakan mengenai rencana autopsi tersebut.

Erik mengungkapkan, kakak Victor, sebelumnya tidak setuju jazad ayahnya diautopsi. Alasannya, almarhum sudah telanjur dikuburkan. Kalau dibuka lagi, bisa membuat perasaan yang tidak enak.

"Saya sendiri tak masalah dengan rencana autopsi itu. Namun kakak juga akhirnya setuju, setelah diberi pengertian bahwa Bapak bukan hanya milik keluarga. Selain itu, dari keluarga dan juga banyak orang kan menanyakan kejelasan penyebab meninggalnya Bapak," kata mahasiswa Fakultas Ekonomi UKSW angkatan 2000 itu.

Sebagaimana diberitakan, jaksa yang pernah menangani kasus mantan Presiden Soeharto itu meninggal 4 Agustus lalu, di sebuah penginapan di Raha, ibu kota Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, setelah melakukan ekspose kasus korupsi.

Wakajati Sulawesi Tenggara itu dimakamkan di pemakamam keluarga di Dampu, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (7/8), sekitar tiga kilometer dari kediaman.

Ada dua dugaan penyebab kematian Umbu. Pertama, almarhum diduga meninggal karena serangan jantung, sedangkan versi lain, disinyalir almarhum telah dibunuh.

Erik mengatakan, apa pun penyebab kematian ayahnya, keluarganya tetap bangga. Sebab, almarhum meninggal saat menjalankan tugas. "Meski Bapak meninggal, kasus yang ditanganinya tidak berhenti," ucapnya.

Dia paparkan, keluarga sangat kaget atas kematian ayahnya, saat mengetahui kondisi terakhir tubuh almarhum yang tidak wajar.

Ketidakwajaran itu diketahui saat peti hendak diganti. Kebetulan, keluarga dari Sumba meminta kain dan kapas dibuka untuk diganti dengan kain tenun adat.

Waktu dibuka, semua anggota keluarga yang hadir kaget karena lidah jenazah terjulur keluar, ada luka di dahi, hidung masuk agak ke dalam, dan lehernya ada bekas jeratan. (yas-29n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA