logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Sopir Trailer Terancam Dipenjara 5 Tahun

  • Kecelakaan di Banyumanik

SEMARANG - Tulus Riyono (26), pengemudi truk trailer B-9366-DD yang menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya dalam kecelakaan di Jl Perintis Kemerdekaan, Jumat (19/8) lalu, terancam hukuman lima tahun penjara. Hal itu sesuai dengan Pasal 359 KUHP yang dikenakan penyidik Satlantas Polres Sema-rang Selatan.

Warga Glinggo Buaran, Pekalongan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dianggap lalai sehingga mengakibatkan dua orang tewas mengenaskan.

Selain menahan tersangka, polisi juga menyita truk trailer sebagai barang bukti. Adapun kontainer berisi muatan 20 ton benang jins telah diambil pemiliknya, PT Apac Inti dan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Emas.

"Kontainer itu boleh diambil karena muatannya harus segera diekspor ke Amerika," kata Kapolres Semarang Selatan AKBP Harry Nartanto, kemarin.

Berdasarkan pemeriksaan, lanjut Harry, penyebab kecelakaan itu dipastikan rem blong. Penyidikan polisi itu sesuai dengan pengakuan Tulus, meski dia mengatakan sebelum berangkat kondisi truk sudah dicek dan semuanya normal. Musibah itu diduga turut dipengaruhi kondisi jalan yang menurun tajam mulai dari Watugong (depan markas Kodam IV/Diponegoro).

Tulus mengaku, mulai dari tempat itulah dia merasakan ada yang tidak beres pada remnya. Ketika jalan makin menurun, dia berkali-kali menginjak rem, tapi selalu gagal. "Saya bahkan sampai berdiri, tapi kendaraan saya tetap tidak bisa melambat. Rem sudah benar-benar blong," ujarnya.

Membunyikan Klakson

Dalam keadaan genting itu Tulus masih berusaha keras menghindari kecelakaan dengan cara terus-menerus membunyikan klakson dan menyalakan lampu depan. Alhasil, kendaraan-kendaraan di depannya menyingkir dan tak tertabrak. Namun demikian musibah tetap terjadi.

Truk berturut-turut menabrak Isuzu Panther H-8259-VH yang ditumpangi sejumlah calon TKW dan sepeda motor Honda Supra X H-3072-KR yang dikemudikan Peltu Anjar Arfangi, anggota Kodam IV/Diponegoro. Anjar dan salah satu penumpang Panther, Sri Lestari Purnawati, warga Kalijaran, Sidorejo, Kendal meninggal seketika di lokasi kejadian.

Tiga TKW lainnya luka-luka, yakni Solihah (Kendal), Puryanti (Purwodadi), Purwati (Purwodadi). Satu lagi korban luka adalah Nurul (2), putri pasangan Sujoko (31) dan Tri Ernayati (28), warga Tapak, Kecamatan Tugu, Semarang yang saat itu berboncengan motor di dekat lokasi.

Sementara itu tiga korban lainnya hingga kemarin masih dirawat di RSU Danubroto Banyumanik, Semarang. Ketiga calon TKW yang akan diberangkatkan ke Hong Kong itu adalah Puryanti (22), warga Desa Candi Sari RT 2 RW 6 Kecamatan Purwodadi Grobogan, Puryanti (23), warga Desa Manggar Mas Kecamatan Godong Grobogan), dan Solihah (warga Kendal), masih diinfus. (G3,yas-46n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA