| Senin, 22 Agustus 2005 | NASIONAL |
Puluhan PAC Demokrat Datangi DPDSEMARANG - Puluhan kader Partai Demokrat di sejumah PAC belum lama ini mendatangi DPD Demokrat Jateng. Mereka minta Ketua DPC di wilayah masing-masing diganti. Kader PAC menilai, Ketua DPC kurang terbuka, kurang konsolidasi, dan jarang mendatangi pertemuan penting sehingga menghambat kemajuan partai. Kedatangan mereka diterima Sekretaris DPD Drs Wulyadi. Mereka yang datang itu, kata Wulyadi, adalah kader dari PAC Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang, dan Sragen. Kedatangan kader itu sangat tertib sehingga tak sampai mengganggu aktivitas kerja di DPD dan tidak menarik perhatian warga sekitar Jl Gajah Raya, tempat kantor DPD Jateng Partai Demokrat itu. Dikatakan, pihak DPD akan segera menangani masalah yang terjadi di sejumlah PAC itu. Langkah awal, DPD akan memanggil Ketua DPC untuk diminta keterangannya. Namun untuk memanggil, pihaknya menunggu adanya surat tertulis dari PAC. Pada intinya, kesenjangan di antara mereka itu terjadi karena kurang adanya komunikasi. Para kader tersebut minta diadakan muscablub untuk mengganti ketua DPC. Permintaan itu merupakan keinginan yang tergesa-gesa karena muscablub diadakan jika terjadi penyimpangan atau perbuatan pidana. Wajar Masalah yang terjadi di daerah tersebut merupakan dinamika wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Dinamika politik tentu ada keinginan untuk saling mengoreksi pimpinan. Namun demikian, hendaknya masalah-masalah itu dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan permusuhan. Ketua DPD Jateng Subyakto SH MH mengatakan, saat ini belum ada rencana untuk mengganti ketua DPC yang didemo. Pihaknya akan memberikan pembinaan terlebih dahulu sampai dengan periode selanjutnya. ''Kami belum ada rencana untuk mengganti ketua DPC. Mereka akan kami bina dan kami pertahankan sampai dengan jabatan periode selanjutnya. Sebab, para ketua DPC itu merupakan kader pejuang partai bersama DPD,'' katanya. Didampingi bendahara partai Sugiharti SH MH, Ketua DPD menegaskan, muscab adalah forum bebas yang dapat menilai kader. Jadi, akan lebih baik menunggu sampai muscab untuk menilai kepemimpinan para DPC. Diharapkan semua bisa tenang dan sabar. (A14-29n) |