| Senin, 22 Agustus 2005 | NASIONAL |
Kubu Alwi Tetap Gelar MuktamarJAKARTA - PKB versi ulama pimpinan Alwi Sihab tidak akan mendirikan partai dan tetap bertekad akan menggelar Muktamar II di Jawa Timur pada akhir September 2005. Penegasan itu disampaikan Sekjen Saefullah Yusuf di Jakarta kemarin. ''Ini sesuai perintah dan keputusan para kiai di Langitan,'' ujar Gus Ipul, panggilan Meneg Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) itu di Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul didampingi Ketua DPW Jatim Khoirul Anam dan Wakil Ketua DPW Jateng H Idham Cholied. Di tempat terpisah, Ketua DPP PKB versi Muktamar II Semarang Andy Muarly mengatakan, bila PKB Alwi Shihab tetap menggelar muktamar, hal itu jelas melanggar karena sudah diputus oleh pengadilan bahwa PKB pimpinan Muhaimin Iskandar yang sah, dan itu bisa disebut bughat (makar). ''Ini jelas melawan AD/ART,'' kata Andy. Andy menyarankan, sebaiknya Alwi mengurungkan niatnya untuk menggelar muktamar PKB tandingan. ''Sudahlah Pak Alwi, tidak usah diteruskan,'' ujar Andy. Gus Ipul menjelaskan, pertemuan Langitan tersebut dihadiri dua poros kiai, yakni dari Poros Langitan dan Poros Lirboyo. Dari Langitan adalah adalah KH Abdullah Faqih (Langitan), KH A Warson Munawwir (Krapyak) Yogyakarta, KH Abdurrahman Chudlori (Magelang), KH Muhaiminan Gunardo (Temanggung), KH Ubadillah Faqih (Langitan Tuban), KH Asmu'i (Pati), KH Hanif Muslich (Mranggen), KH KH Ahmad Badawi Basyir (Kudus), KH Anis Muhammad, (Pemalang), KH Faqih Muntaha (Wonosobo), KH Mas Subadar (Pasuruan), dan KH Hasbullah Badawai (Cilacap). Sedangkan dari Poros Lirboyo adalad KH Idris Marzuki (Lirboyo Kediri), KH Anwar Mansur, KH Nuril Huda Djazuli (Ploso Kediri), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Sholeh Qosim (Sidoardjo), KH Nur Muhammad Iskandar (Jakarta), dan HA Fahrur Rozi (Malang). Dalam rapat yang digelar di kediaman KH Abdullah Faqih, menurut Gus Ipul, menyatakan bahwa tidak dapat menerima keputusan Pengadilan Negeri Jakartya Selatan atas gugatan Alwi Shihab, karena telah mengesahkan tindakan otoriter perorangan dan mengabaikan kehendak warga PKB. Dikatakan Gus Ipul, para kiai bertekad terus berjuang untuk mengembalikan PKB ke jalur yang benar dan mengamanatkan kepada PKB hasil MLB Yogyakarta untuk meneruskan perjuangan mencari keadilan melalui kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Menurut Gus Ipul, para kiai juga meminta agar DPP PKB hasil MLB Yogjakarta segera mengisi kekosongan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB yang dijabat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melalui rapat pleno DPP. Sesuai AD/ART, pergantian itu sah karena Gus Dur dalam surat ketika Munas Alim Ulama dan Mukernas di Surabaya, menyatakan telah bergabung dengan DPP PKB hasil Muktamar II Semarang dan tidak mengakui lagi hasil MLB Yogjakarta. Dikatakan pula oleh Gus Ipul, dengan surat Gus Dur itu berarti Gus Dur mundur dari jabatan dan hal itu bisa diganti memalui pleno DPP sesuai aturan yang berlaku. Soal rencana muktamar, Gus Ipul mengatakan, sekarang sudah dalam proses pematangan. Sebab, akhir September sudah digelar agenda penyusunan program menghadapi Pemilu 2009 dan memilih pengurus baru periode 2005-2010. Konsolidasi Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (versi kubu Alwi), H Idham Cholied, berharap agar seluruh warga partai melakukan konsolidasi dan tetap berada di barisan ulama atau kiai untuk mengikuti muktamar akhir September. Idham yang juga salah seorang anggota ''Tim Sembilan'' pelaksana muktamar yang digelar di Jawa Timur, kepada Suara Merdeka mengatakan, para kiai memutuskan tetap satu barisan, tidak akan bergabung dengan kubu Gus Dur sebagaimana diamanatkan oleh Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB di Surabaya. ''Kita tetap dalam satu barisan sebagaimana amanat munas dan tidak akan bergabung dengan kubu Gus Dur,'' ujar Idham. Selain itu, lanjut Idham, para kiai juga berharap agar warga PKB tetap memperkuat dalam satu barisan di belakang ulama. ''Itu kesepakatan yang diambil dalam pertemuan,'' tambahnya. Oleh karena itu, lanjut Idham, warga dan pengurus PKB seluruh Jateng agar terus berada di barisan Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Chudlori, KH Muhaiminan Gunardo, dan kiai sepuh lainnya yang tergabung dalam ''Poros Langitan'' ataupun poros Lirboyo. Andy juga berharap agar para kiai yang mendukung Alwi untuk merapat ke kubu Gus Dur-Muhaimin. ''Tidak benar semua kiai mendukung Alwi, karena ada beberapa kiai yang sudah menerima putusan pengadilan dan mau bergabung dengan kita,'' papar Andy.(di-49h) |