logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 SALA
Line

"Masak Perpustakaan Kok seperti Itu ...."

KARANGASEM-Anggota DPRD Surakarta prihatin melihat kondisi Perpustakaan Daerah. Mereka menilai fasilitas yang berlokasi di Jebres itu tidak layak lagi sebagai salah satu gudang ilmu.

"Saya sangat prihatin. Masak perpustakaan kok seperti itu," ujar Sukarno SH, anggota Komisi I DPRD, kemarin.

Menurut dia, bangunannya sudah tidak layak. Atapnya bocor di sana-sini sehingga air hujan membasahi sebagian besar ruangan.

Belum lagi banyak buku yang rusak baik karena sudah tua maupun terkena air hujan. Kondisi itu diperparah oleh bau formalin yang menyengat dari Laboratorium Forensik (Labfor) Fakultas Kedokteran UNS di sebelahnya.

Satu-satunya cara, lanjut dia, adalah memindahkan bangunan tersebut ke bekas kantor Dinas Tata Kota di Sriwedari.

"Lokasi di Jebres terpencil. Lebih baik dipindah ke gedung bekas Dinas Tata Kota. Selain bangunannya lebih baik, lokasinya lebih representatif karena berada di tengah kota. Itu akan memudahkan masyarakat yang ingin membaca dan meminjam buku," jelasnya.

Sekretaris Komisi I Hariadi Saptono menambahkan usulan pemindahan perpustakaan sudah diajukan sejak lama, tetapi hingga kini belum ada perhatian.

Perpustakaan, kata dia, belum menjadi prioritas dalam APBD. Padahal memiliki andil sangat besar bagi pembangunan masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan.

"Masyarakat bisa menambah ilmu lewat membaca buku di sana, baik buku pengetahuan maupun budaya," ujarnya.

Memperjuangkan

Ia berjanji akan memperjuangkan pemindahan atau renovasi Perpustakaan Daerah tersebut dalam Perubahan APBD 2005.

"Persoalan ini harus diungkap lagi. Apalagi selama ini ada anggapan Perpustakaan Daerah menjadi kantor buangan. Pejabat dan karyawan yang ditugaskan di situ dinilai sebagai orang buangan. Itu harus diluruskan," tegasnya.

Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Drs Benny Nurtjahjo PP menyatakan pihaknya telah mengusulkan dana sekitar Rp 66 juta pada Perubahan APBD.

Namun jumlah itu sebagian besar untuk akuisisi arsip di beberapa unit kerja Pemkot, yakni mencapai Rp 62 juta. Untuk penataan perpustakaan daerah yang meliputi rak dan buku hanya Rp 4 juta.

Selain itu, pihaknya telah mengajukan nota dinas kepada Wali Kota Joko Widodo mengenai usulan relokasi perpustakaan ke bekas kantor Dinas Tata Kota di Sriwedari.

"Kami berharap awal tahun nanti sudah ada persetujuan, sebab lokasi yang sekarang kurang representatif," tambahnya.

Dia menilai lokasi bekas kantor Dinas Tata Kota lebih tepat karena tidak jauh dari sana terdapat bursa buku.

"Di belakang Sriwedari ada bursa buku bekas sehingga sangat mendukung keberadaan perpustakaan. Melalui lokasi yang mudah diakses kami yakin pengunjung akan bertambah," tuturnya.

Selama berada di dekat Labfor Fakultas Kedokteran UNS, lanjut dia, jumlah pengunjung rata-rata hanya 150 setiap hari. (G10,G13-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA