| Senin, 15 Agustus 2005 | SALA |
Solo Rawan Penyebaran Virus Polio
BALAI KOTA- Meski sudah dinyatakan bebas polio tidak berarti Solo aman dari penyakit yang beberapa waktu lalu berjangkit di Sukabumi, Jabar. Posisi Kota Bengawan yang strategis karena menjadi salah satu perlintasan kota-kota besar di Jawa menjadikan rawan tertular penyakit itu. "Apalagi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus polio liar itu cukup cepat dan mudah," ujar Sri Kuswandari SKM, Kepala Sub Dinas Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, kemarin. Penyebaran virus polio liar, lanjut dia, bisa terjadi bersamaan dengan kotoran manusia, antara lain tinja. Jika masyarakat tak memiliki pola hidup bersih dan sehat maka virus itu sangat mudah terbawa angin dan hinggap di makanan. "Solo daerah yang cukup rentan karena sering dilewati. Dari Jatim ke Jabar lewat Solo, mau ke Semarang atau ke Yogyakarta juga lewat Solo. Terkait dengan itu warga harus mewaspadai penyebaran virus polio liar yang cukup cepat dan mudah," tandasnya. Untuk mengantisipasi penyakit itu, kata dia, imunisasi terhadap anak di bawah usia lima tahun (balita) sangat penting. Antisipasi Pihaknya berharap 38.000 balita yang terdata di Solo mengikuti Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang akan digelar dua kali, yakni 30 Agustus dan 27 September mendatang. "Imunisasi ini untuk semua balita, termasuk yang pernah mendapatkan. Ini sekaligus sebagai antisipasi agar kejadian luar biasa di Sukabumi tidak sampai Solo," tuturnya. Begitu penting kegiatan itu sehingga PIN tidak hanya dilaksanakan di 578 pos layanan terpadu (posyandu) yang tersebar di Solo, tetapi juga di berbagai fasilitas umum, antara lain pasar, terminal, stasiun, dan rumah sakit. Menurut dia, ada sekitar 25 Pos PIN khusus yang telah disiapkan Dinas Kesehatan beserta seluruh petugas yang melaksanakan imunisasi. "Setiap balita mendapatkan dua tetes vaksin. Fasilitas dari Departemen Kesehatan itu dibagikan gratis kepada seluruh warga," tambahnya. Baik posyandu maupun Pos PIN Khusus di Solo, kata dia, membuka kesempatan imunisasi hingga pukul 14.00. "Itu program nasional dan harus sudah selesai pukul 14.00. Hari itu juga laporannya harus dikirim ke Departemen Kesehatan. Bagi daerah yang sulit aksesnya diberi waktu hingga dua hari." (G13-27) |