logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 SALA
Line

Tukang Becak Curi Komputer

SOLO - Tim Reskrim Polresta Surakarta menangkap dua pencuri central processing unit (CPU) komputer yang selama ini beroperasi di beberapa wilayah Surakarta, kecuali Solo.

Keduanya ternyata tukang becak, yakni Suwarno (42) warga Gunung Mijil, Ngemplak, Boyolali, dan Sumardi alias Medel (40) warga Gumpang, Kartosura. Mereka ditangkap petugas di rumahnya masing-masing.

"Kami melimpahkan kedua tersangka itu ke Polres Boyolali, karena di Solo belum ada laporan tentang aksi mereka; sedangkan yang sudah diakui, adalah pencurian di SMP Ngandong, Boyolali," kata Kapolresta Surakarta, AKBP Oneng Subroto, melalui Kasat Reskrim, AKP Djoko Tjahjono, kemarin.

Pihaknya masih mencari otak pelaku yang diidentifikasi bernama Kelik, warga Kragilan, Kadipiro, Solo. Diduga, buron yang kini dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Surakarta itulah yang menyimpan komputer curian.

"Dia otak pelaku yang memberi order kepada kedua tersangka yang kami tangkap. Orang yang kami cari itu, baru keluar dari LP Sragen," jelasnya.

Dia optimistis, jaringan pencurian CPU yang menjadi tren di Solo dan sekitarnya akhir-akhir ini akan terbongkar.

"Belasan kasus pencurian komputer di Solo, hingga kini masih tertutup. Kami berharap, penangkapan Kelik dapat membuka jalan pembongkaran kasus pencurian komputer," tambahnya.

Kepada polisi Sumardi mengaku, barang yang dicuri selalu dijual kepada Kelik. Orang itu pula yang melarang beraksi di Solo, dengan alasan banyak petugas yang akan mengenali.

Saat beraksi bersama Suwarno di SMP Ngandong, tersangka membawa kabur tiga unit CPU. Barang curian itu langsung disetor kepada Kelik.

"Dari tiga unit itu, saya diberi uang Rp 300 ribu," ujarnya.

Bila tidak ada order, dia menarik becak. Selama ini, becaknya mangkal di Kartosuro; sedangkan Suwarno mangkal di Terminal Bus Gilingan Solo.

"Saya pernah dihukum karena mencuri sepeda onthel. Berarti, ini kali kedua saya berurusan dengan petugas," tuturnya.

Ia mencuri komputer karena terpengaruh oleh Kelik. Orang itu yang mengajari jika mencuri komputer maka CPU-nya saja yang dibawa.

"Barangnya ringkas, tetapi harga jualnya bagus," ungkap dia yang mengaku tidak paham mengoperasikan komputer itu. (nin,san-27a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA