logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 SALA
Line

Tiga Pencopet Tertangkap

SOLO - Tiga pencopet, yakni Slamet alias Batak (44) dan Sriwidodo alias Encik (45) warga Sangkrah, Pasar Kliwon, serta Adi alias Wiwik (34), warga Boyolali, kemarin diringkus petugas Polsekta Serengan Solo.

Petugas juga menyita seuntai kalung emas dari tangan mereka. Barang bukti kejahatan tersebut, diduga milik Surati (28), warga Selogiri, Wonogiri, yang sehari sebelumnya melapor telah menjadi korban pencopetan ke Mapolsekta Serengan.

"Kami menangkap para pencopet itu setelah ada laporan dari korban yang mengenali ciri fisik salah satu pelaku. Pencopetan terjadi di atas Bus Gunung Mulia jurusan Wonogiri-Solo. Ketika turun di Gemblegan, korban kehilangan kalung serta uang Rp 140 ribu," kata Kapolsekta Serengan, AKP Heru Setyaningsih, kemarin.

Surati bukan satu-satunya korban kejahatan Encik Cs. Ada korban lain yang juga mendatangi Mapolsekta Serengan, Jalan Veteran Solo, untuk melaporkan peristiwa yang sama.

Korban bernama Novita Indri Astuti (19), mahasiswa UNS, mengaku telah kehilangan ponsel Nokia 3100.

"Ketiga pencopet mengakui, selain kalung milik Surati, mereka juga mencopet ponsel, yang sudah terjual Rp 400 ribu sebelum mereka ditangkap," jelas Kapolsekta.

Meningkat

Menurut Heru, pada musim pembayaran sekolah sebagaimana sekarang, pencopetan memang agak meningkat. Sasarannya para mahasiswi yang akan membayar uang kuliah.

Para pencopet yang beraksi di atas kendaraan umum, biasanya beraksi secara berkelompok. Karena itu, masyarakat diimbau agar selalu berhati-hati bila berada di atas kendaraan umum.

"Lebih baik tidak mengenakan perhiasan yang mencolok, atau membawa barang-barang berharga yang tak diperlukan," ujarnya.

Korban yang menjadi incaran pencopet, biasanya sengaja dihalang-halangi ketika akan turun dari bus atau kendaraan umum lainnya.

"Saat langkah korban terhalang, ada pencopet lain yang beraksi mengambil barang. Jika hal tersebut terjadi, tolong diingat wajah orang yang mencoba menghalang-halangi. Siapa tahu itu salah seorang di antara mereka pencopet," jelasnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Wonogiri itu menyebutkan, kawanan Encik sudah berulang-ulang masuk bui. Pasangan kerja mereka selalu berganti-ganti, dengan sasaran penumpang bus jurusan Wonogiri-Solo.

"Dengan mengenali ciri pelaku, peluang kasus pencopetan terungkap menjadi semakin besar. Namun biasanya korban panik, sehingga lupa mengingat kejadiannya," tambahnya. (nin,san-27a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA