logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 PANTURA
Line

Panitia Lelang Siap Memerinci Penggunaan Uang

  • Soal Penjualan Kapal

KAJEN - Panitia lelang penjualan kapal KMP Pesisir Andalan di Desa Bebel, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan menyatakan siap memerinci penggunaan uang yang telah dikeluarkan.

Hal itu diungkapkan dalam dialog lanjutan soal transparansi penjualan kapal yang dihadiri ratusan warga.

Dialog awalnya direncanakan Sabtu malam lalu (13/8). Sekitar pukul 20.00, ratusan warga yang sudah berkumpul itu kecewa karena dialog ditunda keesokan harinya karena pertimbangan keamanan.

Minggu kemarin sekitar pukul 09.00 warga memadati aula balai desa. Seperti sebelumnya, dialog kemarin berlangsung panas. Warga menganggap pembagian uang hasil penjualan kapal itu penuh permainan.

Agus (33), salah seorang wakil dari warga, meminta panitia lelang secara terbuka mengatakan penggunaan uang secara terperinci dan tidak berbelit-belit. Menurutnya, pembagian uang itu seharusnya melalui kesepakatan seluruh anggota.

Setelah saling berdebat, pihak panitia lelang menyatakan siap untuk membuat perincian penggunaan uang hasil penjualan kapal. Kasnaan, salah seorang panitia lelang, mengaku bahwa lelang sudah sesuai dengan kesepakatan. Perincian tersebut akan disampaikan dalam dialog Kajen pekan depan (21/8).

Dimusyawarahkan

Camat Wonokerto Risnoto SH MSi mengatakan, awalnya panitia meminta waktu satu bulan untuk menjelaskan perincian penjualan kapal. Namun warga menganggap terlalu lama, dan akhirnya disepakati pekan depan.

''Dialog akan digelar di balai desa ini juga,'' katanya.

Camat berharap semua pihak tetap mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Jika memang ada uang yang digunakan untuk kepentingan lain, camat meminta agar hal itu disosialisasikan secara terbuka.

''Kami minta apa pun yang terjadi, tetap dimusyawarahkan,'' tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya (Suara Merdeka, 13/8), panitia lelang di-deadline oleh warga untuk menjelaskan penggunaan uang hasil penjualan kapal. KMP Pesisir Andalan yang dijual itu adalah bantuan dari Pemerintah Pusat yang nilainya mencapai Rp 800 juta lebih. Kapal tersebut kemudian dijual warga seharga Rp 747 juta karena dengan kapal itu mereka selalu merugi. (G16-52n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA