logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 PANTURA
Line

Kasus DB di Tegal Fluktuatif

TEGAL - Kasus demam berdarah (DB) di Kota Tegal dari Januari hingga awal Agustus ini bersifat fluktuatif. Hal itu terlihat dari hasil kajian epidemilogi kasus DB Dinas Kesehatan selama delapan bulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Karmastuti SKM menjelaskan, dari hasil kajian tersebut pihaknya mencatat jumlah total kasus DB dari Januari hingga minggu pertama Agustus 92 kasus.

Angka tersebut, kata dia, masih di bawah angka kejadian pada periode yang sama tahun 2004 yang mencapai 339 kasus. Sementara itu, jumlah rata-rata kasus per bulan hingga Juli lalu 13 kasus.

"Jumlah tersebut di bawah angka rata-rata yang terjadi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 48 kasus," katanya, kemarin.

Dia mengatakan, dari hasil pengamatan, kasus tertinggi terjadi pada Juli 2005. Pada bulan ini terjadi 21 kasus dari rata-rata bulanan 13 kasus, sedangkan hasil survei aktif di rumah sakit pada minggu pertama Agustus jumlahnya tercatat lima penderita.

"Total kematian akibat DB pada Januari-Juli adalah tiga orang atau masih di bawah angka kematian tahun sebelumnya yang mencapai lima orang dalam kurun waktu yang sama."

Berpeluang

Kendati demikian, lanjut dia, dengan mencermati kecenderungan adanya peningkatan kasus pada Juli dan peningkatan kasus DB di beberapa daerah lain seperti Bantane, NTT, dan DKI Jakarta, jumlah kasus di Kota Tegal cukup berpeluang untuk meningkat.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus tersebut, lanjut dia, pihaknya telah mengambil langkah-langkah, di antaranya meningkatkan surveilance (penjagaan) penyakit DB secara aktif ataupun pasif. Selain itu, menindaklanjuti hasil laporan penyakit DB dari rumah sakit dengan melakukan penyelidikan epidemilogi.

"Sekarang kami juga sedang menggiatkan penyemprotan (fogging focus) di wilayah yang berdasarkan hasil penelitian menujukkan adanya kasus positif. Selain itu, memberikan abate secara selektif, penyuluhan langsung kepada komponen masyarakat di antaranya penyuluhan PSN, pemeriksaan jentik secara berkala yang dilakukan kader, dan pertemuan koordinasi pemantapan progran serta pelatihan penatalaksanaan kepada tenaga medis yang terkait dengan penanganan DB," tandasnya. (G12-52n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA