| Senin, 15 Agustus 2005 | PANTURA |
Mandiri lewat PramukaADA berbagai cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melatih anak tumbuh mandiri. Bisa dengan cara mengikutkan anaknya pada cabang olahraga atau grup kesenian. Namun, sebenarnya ada wadah yang bisa memadukan keduanya dalam rangka menumbuhkan kemandirian. "Pramuka merupakan wadah anak menjadi mandiri," kata Guru SD Kuripan 1 Kecamatan Subah, Batang Naning Supraba, kemarin. Menurut dia, gerakan kepanduan itu telah terbukti sebagai wadah pendidikan anak untuk tidak bergantung pada orang lain dan mampu memberdayakan kemampuan pribadinya. Tidak hanya itu, pramuka juga bisa sebagai sarana penggemblengan mental dan kepribadian sekaligus sarana pembinaan generasi muda sebagai pewaris bangsa dan negara yang dijiwai semangat proklamasi dan Pancasila. "Tak kalah pentingnya, dengan ikut pramuka, anak akan bersikap tenggang rasa, suka menolong sesama serta punya kepedulian sosial." Dia menambahkan, berdasar pengalamannya, selama ini anak-anak yang mengikuti pramuka sejak tingkat siaga sudah terlihat hasilnya. Mereka tumbuh dalam kemandirian serta mempunyai rasa kebersamaan. Rata-rata Berprestasi "Murid-murid yang aktif dalam pramuka, rata-rata berprestasi dan mempunyai rasa tanggung jawab. Selain mandiri, mereka mengembangkan sikap tenggang rasa," ujar dia yang juga dikenal sebagai artis penyanyi bagi masyarakat pantura. Kebanggaan lain dengan bergabung pramuka adalah banyak teman. Lebih-lebih saat Jambore, anak bisa bertemu dengan anggota dari daerah lain. Akan terjalin persahabatan dan persaudaraan, tanpa membedakan suku, agama, daerah, budaya maupun status sosial. Dengan demikian, dalam pertemuan itu akan tercipta rasa kebahagiaan dan kebersamaan. "Tak hanya bagi murid, kami selaku guru juga bisa ketemu dengan teman seprofesi untuk saling tukar pengalaman. Pramuka juga akan menumbuhkembangkan rasa kebersamaan yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan," ujar Naning. (Arif Suryoto-19m) |