logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 PANTURA
Line

Bunuh Diri setelah Siram Anak dengan Air Panas

PEMALANG - Entah apa yang sedang dirasakan oleh Rois (57), warga Dukuh Sipingit, Desa Sima, Kecamatan Moga, Pemalang, hingga nekat menghabisi nyawa sendiri dengan cara gantung diri. Berdasarkan keterangan saksi, dia nekat berbuat itu setelah menyiram anaknya dengan air panas.

Peristiwa tersebut terjadi Kamis (11/8). Sehari sebelumnya, saat pulang dari sawah pukul 17.00, dia mendapati anaknya, Anton (12), baru pulang dari memetik bunga cengkih di kebun. Saat itu Rois menyuruh Anton untuk melaksanakan shalat asar dan membaca Al Quran.

"Pada waktu itu saya tidak mau karena kecapaian, tapi ayah memaksa dan marah-marah," ujar Anton kepada petugas Polsek Moga.

Dia tidak tahu kenapa kemarahan ayahnya tidak reda dan berlanjut dengan mengambil cerek yang ternyata berisi air panas. Air di dalam cerek itu kemudian disiramkan ke tubuh Anton. "Tentu saja saya menjerit kesakitan karena kulit saya melepuh seketika."

Menurut Anton, ayahnya tampak panik setelah melakukan hal itu. Bahkan saking gugupnya, buruh tani itu sampai berlari tak tentu arah di dalam rumahnya untuk mencari sesuatu yang bisa mengobati luka melepuh di tubuh anaknya.

"Ayah bilang tidak punya uang untuk membawa saya berobat. Dia juga panik setelah mengetahui kulit di leher dan punggung saya melepuh," jelas Anton.

Sekitar pukul 24.00, Rois pun pamit kepada tetangganya, Parihin (35), untuk mencarikan obat anaknya.

"Dia pamit ke Desa Gendoang, katanya mau pinjam uang kepada kerabatnya untuk membeli obat, tetapi hingga pagi dia tidak kembali ke rumah," jelas Parihin.

Tentu saja keluarganya cemas. Sejak pagi, keluarga dibantu para tetangga ikut mencari Rois. Baru pada pukul 11.00 tubuhnya ditemukan di kebun cengkih Dukuh Sipingit dalam kondisi menggantung di atas pohon.

Siang itu, warga setempat pun gempar. Warga tidak mengira Rois akan berbuat nekat dengan menggantung diri gara-gara marah dan menyiram anaknya dengan air panas.

Namun dia sempat mengeluh kepada para tetangganya bahwa dirinya tidak sengaja berbuat jahat seperti itu. Sebab, dia mengira air di dalam cerek itu tidak panas.

Kapolres AKBP Drs Koeshartono lewat Kaur Bin Ops Iptu Suwarno mengatakan, kasus tersebut sudah diperiksa oleh Polsek Moga dan dilaporkan ke Polres.

Berdasarkan keterangan para saksi, diduga korban bunuh diri karena merasa bersalah telah berbuat khilaf dengan menyiramkan air panas kepada anaknya.

Barangkali korban juga merasa sangat menyesal karena tak mampu membelikan obat. Berdasarkan hasil autopsi jenazah, di tubuh korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan. (sf-50n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA