| Senin, 15 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Lin Dan Tumpuan China Rebut GelarANAHEIM - China tampaknya akan tetap berusaha mempertahankan reputasinya sebagai raksasa bulu tangkis dunia pada kejuaraan dunia di Anaheim, California, AS, yang akan dimulai pada Senin (15/8) ini. China menempatkan atlet tunggal putra dan putri serta ganda putri mereka sebagai unggulan pertama. ''Kami tidak menargetkan pemain kami untuk meraih medali emas, hanya saja kami ingin mereka dapat melakukan yang terbaik,'' kata ketua kontingen China, Liu Feng-yan. China akan menumpukan harapan mereka di tunggal putra, yaitu kepada Lin Dan yang kini berada di peringkat pertama dunia. Lin yang kini berusia 21 tahun itu, sebelumnya gagal di Malaysia Terbuka setelah kalah di tangan Lee Chong Wei. Tantangan terbesar Lin yang akan datang adalah pemegang medali emas Olimpide 2004 Taufik Hidayat dari Indonesia dan pemain Denmark Kenneth Jonassen. Unggulan kelima Lee dan runner-up kejuaraan dunia 2001 Peter Gade dari Denmark juga menjadi pesaing utama Lin. Mereka adalah bagian dari 340 atlet yang berasal dari 50 negara yang akan bersaing dalam event selama tujuh hari yang baru digelar untuk pertama kalinya di Amerika Serikat. Kejuaraan itu akan dimulai pada Senin di Anaheim Pond. Juara dunia baru dan pemegang medali emas Olimpiade, Zhang Ning, sepertinya ingin tetap mempertahankan gelarnya di tunggal putri dari rekan senegaranya yang menjadi unggulan kedua Xie Xing-fang. Howard/Tony Gunawan Namun, yang akan menjadi favorit penonton tampaknya ialah pemain tuan rumah Howard Bach/Tony Gunawan yang turun pada nomor ganda putra. Juara di AS Terbuka dan Belanda Terbuka pada tahun lalu itu, kini berada pada peringkat 12 dunia. Negara-negara Asia seperti China, Malaysia, Korea Selatan, dan Indonesia adalah negara-negara yang terkenal kuat di cabang bulu tangkis. Malaysia menjadi negara dengan jumlah anggota kontingen terbanyak, yaitu 21 pemain. Harapan mereka untuk meraih medali berada di nomor tunggal putra, yaitu di pundak Lee dan juga pemain peringkat delapan dunia Hafiz Hashim. Hashim adalah salah satu atlet yang mendapat kesulitan saat mengurus visa masuk ke Amerika Serikat karena faktor nama. Permohonan visa Hashim tidak disetujui hingga 6 Agustus, kurang dari satu pekan sebelum ia dijadwalkan terbang ke Anaheim. (ant-28h) |