logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Kalah, PKB Alwi Bertemu di Langitan

  • Kantor Cabang Probolinggo Diambil Alih

SURABAYA- DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hasil MLB Yogyakarta pimpinan Alwi Shihab-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan menggelar pertemuan dengan kiai-kiai sepuh NU di Pondok LangitanTuban, Selasa (16/8) besok.

Agendanya, menentukan sikap dan strategi politik partai setelah dikalahkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait dengan gugatan Alwi Shihab terhadap DPP PKB dan rencana menggelar muktamar.

Sebelum pertemuan Langitan digelar, Minggu (14/8) siang di Kantor DPW PKB Jatim, Gedung Astra Nawa, Jalan Gayungsari, dilangsungkan pertemuan antara Sekjen Gus Ipul dan DPC serta anggota FKB DPRD se-Jatim. Pertemuan juga dihadiri kiai sepuh NU, di antaranya KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Abdullah Sadjad (Jombang), KH Sholeh Qosim (Sidoarjo), dan KH Anwar Iskandar (Ketua Dewan Syuro PKB Jatim).

Pertemuan ini diikuti 27 cabang PKB di Jatim. Ada 11 cabang yang tak datang, yakni cabang Kota dan Kabupaten Malang, Bondowoso, Kota Kediri, Tulungagung, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Banyuwangi, dan Bangkalan. Sedangkan dari 31 anggota FKB DPRD Jatim, ada seorang anggota fraksi yang mendukung kepemimpinan Gus Dur-Muhaimin Iskandar, yakni Syamsul Hadi dari daerah pemilihan Bondowoso. Tiga anggota lainnya tak datang karena izin, yakni Fathorrosjid, KH Abdurrahman Utsman, dan Ja'far Shodiq. "Politik itu pilihan, sehingga kita harus berani menentukan mau memilih DPP PKB yang mana. Kalau kalah, ya memang risiko. Itu kan selalu seperti itu," kata Syamsul Hadi, saat mengikuti konsolidasi yang digelar caretaker PKB Jatim pimpinan Imam Nachrawi di kantornya Jalan Ketintang Baru III Surabaya, Minggu (14/8).

Kemarin, di Surabaya, berlangsung kegiatan yang digelar dua kubu. PKB Alwi-Gus Ipul menggelar pertemuan untuk menyolidkan anggotanya di Gedung Astra Nawa, sedangkan PKB Gus Dur-Cak Imin melaksanakan kegiatan konsolidasi di kantornya Jalan Ketintang Baru III Surabaya. "Sebenarnya kegiatan ini juga mengundang 31 anggota FKB DPRD Jatim dan seluruh pengurus caretaker," kata Imam Nachrawi.

Dia menambahkan, pihaknya memberikan batas waktu kepada 31 anggota FKB selama seminggu untuk menentukan pilihan. Jika mereka tetap tak menaati keputusan dan kepemimpinan DPP Muktamar Semarang, maka jalan satu-satunya adalah recall dari anggota Dewan. "Itu tak bisa ditawar-tawar," tandasnya.

Muktamar Ulang

Sekjen DPP PKB hasil MLB Yogyakarta Gus Ipul menyatakan, salah satu agenda penting pada pertemuan Langitan adalah bagaimana menindaklanjuti keputusan mukernas dan munas alim-ulama di Asrama Haji Surabaya. Salah satu keputusannya adalah menggelar muktamar ulang sebagai jalan satu-satunya menyelesaikan konflik di partai ini. "Itu salah agenda pertemuan Langitan Selasa besok," katanya.

Masalah lainnya adalah pandangan kiai-kiai sepuh NU terhadap putusan hukum PN Jakarta Selatan yang memenangkan kubu Gus Dur-Cak Imin.

Gus Ipul menegaskan, sampai kemarin belum ada perubahan atas keputusan mukernas dan munas alim ulama tersebut. Dengan demikian, jalan islah untuk menyelesaikan konflik di partai berlambang bola dunia dikelilingi bintang sembilan ini masih buntu. "Pemikiran kita tetap, tak berubah, untuk menggelar muktamar ulang," katanya.

Wasekjen DPP PKB hasil MLB Yogyakarta Chotibul Umam Wiranu menambahkan, untuk sementara ini aspirasi yang berkembang di antara kiai-kiai sepuh NU, elite PKB di tingkat cabang dan wilayah menghendaki muktamar ulang dilaksanakan sebelum putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) turun. "Sampai hari ini (kemarin), memori putusan hukum PN Jakarta Selatan belum diajukan ke MA."

Gus Ipul mengungkapkan, ada lima tempat yang dijadikan alternatif untuk menggelar muktamar, yakni Jatim, Jateng, Jabar, Sumut, dan Sulawesi Selatan. Di antara kelima tempat tersebut, belum ada satu pun yang diputuskan. "Ya tunggu saja hasil pertemuan kiai-kiai sepuh di Langitan nanti."

Sementara itu, Ketua DKW Garda Bangsa Jatim Hidayat mengingatkan seluruh anggotanya untuk siap siaga menyikapi perkembangan konflik di PKB yang makin memanas. Buktinya, Kantor DPC PKB Kabupaten Probolinggo telah diambil alih pihak lain di luar PKB Alwi Shihab-Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Pengambilalihan itu terjadi pascaputusan hukum PN Jakarta Selatan yang menolak gugatan Alwi Shihab. "Saya meminta seluruh anggota Garda Bangsa di Jatim siap siaga mengamankan aset partai," tandas Hidayat di Surabaya, Minggu (14/8).

Anggota FKB DPRD Jatim ini mengemukakan, Kantor DPW PKB Jatim, Gedung Astra Nawa, adalah salah satu aset partai yang membutuhkan pengamanan ketat. Setiap hari tak kurang 20 anggota Garda Bangsa dan Satgas PKB ditempatkan di sini. Tujuannya menjaga dan mengamankan seluruh aset di kantor tersebut.

Hidayat mengingatkan pihak lain untuk tidak menginjak-injak Gedung Astra Nawa.

Pihaknya siap mempertahankan gedung ini dengan segala daya yang dimiliki. Kalaupun di kemudian hari ada demo oleh kelompok lain ke Gedung Astra Nawa, jangan sampai pelaku demo masuk ke dalam gedung. "Melewati pagar saja tak boleh. Kalau sampai berani masuk pagar, pasti kita tindak tegas." (G14-46t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA