| Senin, 15 Agustus 2005 | NASIONAL |
Mike "Indonesian Idol"Sempat Tak Percaya Diri
SOSOK Michael Prabawa Mohede (21) yang akrab disapa Mike menjadi istimewa justru karena postur tubuhnya yang tinggi besar. Dia memang menjadi salah satu finalis yang paling menonjol, justru karena kelebihannya itu. Tetapi kalau kemudian dia berhasil memenangi predikat sebagai 'The Next Indonesian Idol' tentu bukan karena postur tubuhnya itu. Masyarakat Indonesia jatuh cinta terhadap suaranya yang indah, bak suara malaikat itu. The Big Mike memang pantas memenangi ajang pencari bakat tersebut dengan mengalahkan rival terberatnya, Judika, yang sudah lebih dahulu malang-melintang di jagad musik Indonesia. Meski postur tubuhnya itu menjadi penanda keberadaan Mike, siapa sangka dia sempat terkendala oleh berat tubuhnya yang kini mencapai 125 kg. ''Mike memang sempat bermasalah dengan berat badannya, dia bahkan melarang siapa pun mengantar, terutama saya, waktu ikut audisi Indonesian Idol. Dia tak mau saya terluka, kalau ada yang mengejek berat badannya itu. Karena itu, dia memilih berangkat sendiri. Kalau toh gagal, dia bisa segera mengarang cerita lain supaya saya tidak bersedih karena kegagalannya itu,'' cerita Amini Handayani Mohede, ibunda Mike, usai babak grandfinal di Plennary Hall Jakarta Convention Center, Sabtu (13/8) tengah malam lalu. Bukan sekali itu Mike harus berhadapan dengan berat badannya. Suatu ketika, cerita sang ibu, Mike bahkan sempat memukul salah seorang temannya karena tak tahan terus diejek soal itu. "Mike kesal Ma, soalnya terus diledekin teman-teman," kenang sang ibu. Tetapi Amini yakin orang tidak akan lagi mempermasalahkan berat badannya, begitu mendengar Mike menyanyi. Dan itulah memang kenyataan yang sekarang dinikmati Mike yang selalu berpembawaan tenang itu. Sebenarnya sejak Indonesian Idol pertama, Mike sudah berniat untuk mengikuti ajang pencari bakat bergengsi itu. "Tapi waktu itu aku terlambat mengirimkan kembali formulirnya. Akibatnya tidak sempat diproses oleh panitia, jadi aku gagal ikut audisi yang pertama. Waktu akhirnya ada Indonesian Idol 2, Mama langsung mendorongku untuk ikut audisi lagi. Sempat grogi dan nggak pede. Tapi waktu akhirnya juri memuji penampilanku, tiba-tiba saja rasa percaya diriku muncul. Aku menjadi lebih percaya diri saat menyanyi dan tak lagi merisaukan penampilanku yang besar ini," kenang Mike di tempat yang sama. Bagaimana perasaannya setelah akhirnya memenangi Indonesian Idol 2? '"Aku bersyukur banget, senang banget. Sampai-sampai nggak bisa ngomong nih. Mau jingkrak-jingkrak salah, mau diam tambah salah. Mau nangis lebih salah. Yang pasti aku bersyukur diberi talenta, kesempatan, napas, oleh keluarga, saudara, dan teman-teman yang selalu mendukung aku," tutur Mike. Amini pun sama sekali tak menyangka putranyalah yang akan keluar sebagai pemenang. "Ini sungguh-sungguh tak terduga. Karena saya memang berpikir Judika yang akan menang, bukan anak saya. Seperti yang dikatakan Mike kemarin, dia yakin Judika yang akan keluar sebagai pemenang. Makanya saya pun justru ketika berangkat ke acara grandfinal ini dengan perasaan yang sangat tenang, karena memang tidak berharap apa-apa soal kemenangan ini. Saya sama sekali tidak merasa tegang atau deg-degan tadi, saya merasa tegang justru waktu Mike berada di posisi tidak aman waktu show spektakuler. Tapi malam ini saya benar-benar tenang," cerita Amini yang setia menyaksikan setiap penampilan Mike di babak spektakuler di Balai Sarbini. (Tresnawati-41t) | ||||