| Senin, 15 Agustus 2005 | SEMARANG |
Nikmatnya Ayam Panggang "Bledug"BERTANDANG ke objek wisata Bledug Kuwu untuk menyaksikan fenomena gunung api lumpur (mud volcano) di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, rasanya tak lengkap sebelum menikmati ayam panggang "Bledug" buatan Saminem. Dalam mendapatkan makanan khas tersebut tidaklah mudah. Sebab, Saminem yang juga warga desa setempat tidak membuka warung ayam panggang "Bledug", layaknya warung makan di pinggir jalan. Ya, wanita berusia 44 tahun itu hanya menerima pesanan. Meski demikian, masakannya sudah dikenal hingga ke Singapura. "Terkadang kami menerima pesanan dari Singapura," kata Saminem lirih. Harga ayam panggang beserta sambal pencok berkisar antara Rp 35.000-Rp 40.000/porsi. Cara membuatnya, ayam kampung yang sudah disembelih dibersihkan, lalu dipanggang di atas bara api. Memanggang ayam tersebut harus ekstra hati-hati, karena antara bara api dengan ayam diberi jarak sekitar lima cm. "Api dijaga agar tidak terlalu besar. Selain itu, saat memanggang tidak perlu dikipasi. Lama memanggang sekitar satu jam lebih," terangnya. Sembari menunggu ayam masak, kata dia, dia menyiapkan sambal pencok. Pencok terbuat dari kelapa muda yang sudah diparut, cabai, terasi, bawang, dan kencur. Agar menjaga sambal pencok tahan lama maka dikukus terlebih dulu hingga masak. "Setelah masak, ayam panggang "Bleduk" siap dihidangkan," tuturnya. Untuk Sesaji Kenapa dinamakan ayam panggang "Bledug"? Saminem memaparkan, awalnya makanan tersebut untuk sesaji Mbah Bledug di Bledug Kuwu. Selain ayam panggang, disajikan pula bubur ayam agung, nasi punang, dan berbagai sesajian lainnya. "Setelah berdoa bersama, makanan tersebut lalu disantap beramai-ramai," ujarnya. Kabag Ketahanan Pangan Pemkab Ir HM Hidayat mengatakan, makanan khas tersebut perlu dipromosikan, sehingga menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Dengan demikian akan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar. Objek wisata ini berada kurang lebih 28 kilometer ke arah timur dari Purwodadi. Bledug Kuwu dikenal karena letupan-letupan lumpurnya yang mengandung garam, dan keluar secara terus-menerus. Hal itu merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Grobogan, selain sumber api abadi di Mrapen, dan Waduk Kedungombo. (Aris Mulyawan-37d) |