logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 KEDU & DIY
Line

Warga Tekuni Budi Daya Ikan

WONOSOBO - Sebagian penduduk Dusun Kecepit, Desa Wulungsari, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, saat ini mulai menekuni budi daya perikanan darat untuk menopang usaha pertaniannya. Tercatat sekitar 60% dari 175 keluarga petani di Dusun Kecepit, kini menekuni usaha perikanan.

Sekretaris Kelompok Tani Ikan Nilasari Dusun Kecepit, Santosa mengatakan, usaha perikanan di desanya cukup prospektif. Sebab, di kawasan tersebut tersedia air yang melimpah.

Dia menuturkan, kelompok tani ikan yang dikelolanya saat ini beranggotakan 20 petani. Meski baru dibentuk awal tahun 2005, produksi ikan yang dihasilkan sudah cukup baik. Tiap panen yang dilakukan empat bulan sekali, produksi ikan mencapai satu ton. Harga ikan di lokasi mencapai Rp 7.000/kg.

Menurutnya, jenis usaha yang dikembangkan petani ikan di Dusun Kecepit meliputi pembibitan dan pembesaran. Usaha pembibitan, pada umumnya dilakukan bersama dengan budi daya pertanian tanaman padi di sawah. Sementara untuk pembesaran ikan, dilaksanakan di kolam-kolam yang dekat dengan rumah tinggal petani.

''Usaha pembibitan pun memberikan keuntungan yang besar, karena tiap minggu petani bisa memanen 10.000 ekor dengan harga Rp 15/bibit. Pembibitan ikan di sawah dengan sistem mina padi berlangsung selama 40 hari.'' ujarnya, kemarin.

Santosa menambahkan, untuk pemasaran benih maupun ikan, sampai sekarang tidak mengalami hambatan. Para pedagang ikan dari Banjarnegara, Parakan, dan Temanggung, secara berkala datang ke Dusun Kecepit. Transaksi semakin lancar setelah jalan desa yang menuju kawasan tersebut diaspal.

Jenis ikan yang dibudidayakan oleh petani ikan Dusun Kecepit, terdiri atas ikan Nila, Emas dan Melm. Sekarang ini juga mulai dikembangkan ikan Nila Taiwan dan Amerika. Keunggulan ikan di Dusun Kecepit, di antaranya cepat besar dan lebih tahan atau tidak mudah mati.

Beberapa petani Dusun Kecepit yang ditemui terpisah mengatakan, mereka mulai mengembangkan perikanan darat sebagai penopang pertanian padi, karena tanaman padi di kawasan tersebut sering diganggu hama tikus. Hasil ikan tersebut diharapkan bisa meringankan beban petani setempat. (P55-42d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA