| Senin, 15 Agustus 2005 | INTERNASIONAL |
India Izinkan Tembak Pesawat TerbajakNEW DELHI - Pemerintah India akan memberlakukan ketentuan antiterorisme yang kontroversial. Ketentuan ini membolehkan aparat keamanan menembak jatuh pesawat penumpang yang sedang dibajak, dan apabila diyakini pesawat terbajak itu bakal dijadikan peluru oleh pembajak. Keputusan itu diambil sebagai salah satu langkah keras untuk mencegah pembajakan. Kebijakan itu juga untuk menangkal ulah pembajak yang menggunakan pesawat sebagai "bom" seperti yang terjadi pada tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat. Kebijakan antipembajakan itu sudah disetujui oleh komisi kabinet bidang keamanan pekan lalu. Ketentuan baru ini juga tidak membuka peluang untuk merundingkan tuntutan-tuntutan pembajak. Demikian laporan kantor berita India mengutip sumber-sumber keamanan. Perundingan dengan pembajakan hanya bisa dilakukan kalau memang bisa mencegah jatuhnya korban jiwa atau untuk mengakhiri insiden pembajakan. Jika kemungkinan itu sulit dicapai, maka aparat keamanan akan diperintahkan untuk menembak jatuh pesawat pembajak. Jika pun pembajak kemudian menyerahkan diri, maka pembajak-pembajak itu akan dikenai hukuman mati. Pejabat pemerintah belum bersedia memberikan komentar atas berita tersebut. Pesawat Tempur India rupanya hendak belajar dari kejadian-kejadian berbagai pembajakan pesawat oleh kelompok teroris. Enam tahun lalu, kelompok militan Kashmir membajak pesawat Indian Airlines dalam penerbangan dari ibu kota Nepal, Kathmandu menuju New Delhi pada Desember 1999. Pembajak memaksa pesawat diterbangkan ke Afghanistan. Pembajakan berakhir setelah India membebaskan tiga militan pro-Kashmir dari penjara. Seorang penmpang tewas dalam insiden itu. Kebijakan baru itu juga memangkas prosedur birokrasi untuk perizinan intervensi oleh Angkatan Bersenjata. Pasukan Angkatan Udara diberi wewenang penuh untuk mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya mengawal dan menempel ketat pesawat terbajak. Sehingga, pesawat tempur AU bisa memaksa pesawat yang dibajak untuk mendarat di bandara India.(rtr-gn-25) |