logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

1.000 Polisi Razia Kolombo

KOLOMBO - Lebih dari 1.000 polisi dan serdadu Sri Lanka dikerahkan untuk melakukan razia di Kolombo, Minggu kemarin. Mereka memburu satu atau lebih penembak jitu yang menembak hingga tewas Menlu Lakshman Kadirgamar.

Militer menduga, pelaku penembakan itu anggota gerilyawan Macan Tamil. Dikhawatirkan, insiden itu akan merusak gencatan senjata dan memicu perang saudara.

Tentara memeriksa mobil-mobil yang memasuki atau meninggalkan Kolombia setelah pemerintah memberlakukan keadaan darurat. Razia dilakukan juga untuk mencegah kemungkinan serangan lanjutan.

Namun koran-koran di Kolombo mengatakan orang bersenjata ada di mana-mana. Media bersikap kritis terhadap reaksi pemerintah menyikapi insiden penembakan Kadirgamar.

"Insiden penembakan Kadirgamar telah mencoreng muka aparat keamanan," tulis The Sunday Island.

Wilayah sekitar rumah Kadirgamar ditutup segera setelah dia ditembak beberapa kali dari sebuah rumah di seberang jalan. Saat ditembak Jumat malam lalu, dia berada di kolam renang belakang rumahnya.

Kelompok Pembebasan Macan Tamil Eelam (PMTE) mengatakan tidak terlibat dalam aksi penembakan itu. Kelompok itu selalu membantah keterlibatannya dalam setiap serangan di Kolombo sebelum gencatan senjata ditandatangani 2002 lalu.

Penangkapan

Sri Lanka didera perang saudara selama 20 tahun, sebelum pemerintah dan Macan Tamil menyepakati gencatan senjata.

Sebagian kalangan di Kolombo yakin, aksi penembakan itu dilakukan oleh anggota Macan Tamil. Mereka mengatakan, gencatan senjata bakal berantakan akibat insiden tersebut. Sebab, pemerintah dan gerilyawan Tamil akan saling menyalahkan. Pemerintahan Presiden Chandrika Kumaratunga menyatakan gencatan senjata masih berlaku.

"Dua belas orang ditangkap selama razia Sabtu lalu. Namun, mereka tampaknya tidak terlibat langsung dengan kasus pembunuhan ini," kata juru bicara militer Brigjen Daya Ratnayake.

Petugas menemukan selongsong peluru, pelontar granat, dan bercak darah di sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat untuk menembak Kadirgamar. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA