| Senin, 15 Agustus 2005 | INTERNASIONAL |
Tokoh Garis Keras Dominasi Kabinet AhmadinejadTEHERAN - Pemerintahan Iran bakal dikendalikan oleh kubu garis keras. Hal ini tampak dari daftar calon kabinet yang disusun Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Presiden Minggu kemarin menyerahkan daftar kabinet untuk persetujuan dari parlemen Iran. Ahmadinejad, eks wali kota Teheran itu, dikenal sebagai tokoh konservatif religius. Dia berjanji menghapus kemiskinan dan korupsi serta menerapkan kebijakan luar negeri yang independen. Namun, beberapa anggota parlemen mengeluh karena beberapa calon menteri dianggap kurang berpengalaman. "Saya kira Ahmadinejad akan mengumumkan kabinet yang lebih kuat. Beberapa calon menurut kami sangat lemah," kata Qodratollah Alikhani, anggota parlemen dari kubu independen. Kontroversial Paling kontroversial adalah pilihan Ahmadinejad atas penjabat wali kota Teheran Ali Saeedlou sebagai menteri perminyakan. Saeedlou adalah tangan kanan presiden semasa di pemerintahan kota yang diserahi tanggung jawab mengelola keuangan Pemerintah Kota Teheran. Kendati dia lulusan program sarjana geologi, kalangan eksekutif perminyakan masih meragukan pengalamannya di bidang perminyakan. Untuk jabatan menteri luar negeri, Ahmadinejad menunjuk Manouchehr Mottaki, mantan duta besar Iran untuk Tokyo. Mottaki juga pernah menjadi duta besar di Turki dan anggota Komisi Keamanan Nasional serta Komisi Luar Negeri di parlemen. Seperti kebanyakan anggota parlemen, Mottaki adalah penyokong program nuklir Iran. Dia ikut mendukung langkah memulai kembali aktivitas nuklir Iran. Satu keputusan yang membuat Barat dan Badan Atom PBB geram. Kementerian Luar Negeri Iran, menanggapi pernyataan Presiden AS George W Bush Minggu lalu, memperingatkan bahwa serangan Washington terhadap fasilitas nuklir Iran bisa menjadi bumerang bagi AS. Bush ketika itu menyatakan, serangan militer terhadap Iran tetap terbuka sebagai salah satu opsi bagi AS. "Jika Amerika membuat kekeliruan semacam itu, tekad kami untuk mempertahankan diri akan semakin kuat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hamid Reza Asefi. Pimpinan tim perunding nuklir Iran kini dipegang oleh seorang tokoh garis keras Ali Larijani, yang menggantikan Hassan Rohani. Ali menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung. Daftar nama 21 calon menteri kabinet Ahmadinejad juga memasukkan dua nama ulama, seperti yang terjadi pada kabinet eks Presiden Mohammad Khatami. Tidak ada perempuan yang ditunjuk sebagai menteri, sama halnya pada kabinet Khatami sebelumnya. Eks jaksa agung Gholamhossein Mohseni-Ejei terpilih sebagai menteri intelijen, sementara eks deputi menteri intelijen Mostafa Pourmohammadi ditunjuk sebagai menteri dalam negeri.(rtr-gn-25) |