logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 15 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Ketegangan di Gaza Meningkat

  • Lima Tentara Israel Korban Salah Tembak

JERUSALEM - Pasukan Israel dan Palestina Minggu kemarin mulai menempati posisi-posisi mereka untuk mengamankan pengosongan permukiman Yahudi di wilayah Jalur Gaza. Ketegangan meningkat lantaran ada ancaman gangguan terhadap rencana penarikan mundur tersebut.

Lima tentara Israel terluka akibat insiden salah tembak kemarin pagi. Peristiwa itu terjadi ketika sebuah tank Israel membalas serangan militan Palestina di permukiman Kfar Darom.

"Sejak Minggu pagi, polisi Israel berada dalam siaga tinggi," kata Komisaris Polisi Moshe Karadi. Dia mengumumkan operasi blokade jalan di sekitar wilayah permukiman Gaza untuk mencegah penyusupan kaum penentang rencana penarikan mundur itu.

Tentara Israel mengatakan, 3.000 sampai 4.000 aktivis Yahudi garis keras telah masuk ke permukiman Gush Katif. Padahal, pemerintah telah melarang warga dari daerah lain memasuki permukiman tersebut.

Para aktivis garis keras itu diperkirakan akan mendukung pemukim Yahudi untuk melawan kebijakan pengosongan Gaza. Ada 8.500 pemukim Israel di Jalur Gaza.

Di samping 50.000 tentara dan polisi Israel ditugaskan untuk mengamankan penarikan mundur tersebut, 5.000 pasukan Palestina juga ditempatkan di sekitar permukiman Yahudi.

Penempatan tentara Palestina itu bertujuan mencegah upaya kaum militan mengganggu pemindahan pemukim Yahudi dari Gaza yang dimulai Rabu (17/8).

Mendagri Palestina Nasser Youssef memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan kesiagaan mereka sampai 100 persen.

Baku Tembak

Sementara itu, lima tentara Israel terkena tembakan teman mereka sendiri kemarin pagi, saat terjadi baku tembak dengan militan Palestina di sekitar sebuah pemukiman Gaza.

Radio Israel melaporkan, seorang militan Palestina menembaki pemukiman. Kemudian, tentara Israel membalas tembakan itu. Sebuah tank melepaskan tembakan ke gedung tempat para militan itu bersembunyi.

Ternyata, sebagian peluru dari tank Israel itu malah menerjang lima rekan mereka. Kelima serdadu itu menderita luka-luka. Namun, beberapa militan juga tertembak.

Pihak militer Israel maupun Palestia belum berkomentar mengenai insiden baku tembak kemarin pagi.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mendesak kaum militan menahan diri. Abbas menginginkan penarikan mundur Israel dari Gaza itu berlangsung lancar dan aman. Jalur Gaza akan dimasukkan menjadi wilayah negara Palestina merdeka kelak.

Ribuan tentara Israel mulai Senin ini akan mendatangi rumah-rumah di seluruh permukiman Gaza, untuk memastikan para pemukim bersiap-siap meninggalkan tempat itu.

Operasi serupa juga dilakukan di empat permukiman Tepi Barat. Apabila sampai Selasa tengah malam para pemukim tidak mau pindah, mereka akan diusir secara paksa.

Media Israel mengatakan, dewan pemukim Yahudi di Gaza memutuskan mengunci gerbang masuk permukiman tersebut. Itu berarti, para serdadu akan kesulitan memasuki wilayah permukiman.

Ketua Dewan Permukiman Avner Shimoni menolak memberikan konfirmasi tentang laporan media itu.

Namun dia mengatakan pada radio Israel, "Kami tidak akan takluk dengan mudah para orang-orang yang bermaksud mengusir kami. Sekitar 50 sampai 60 persen warga akan tetap tinggal di permukiman dan lainnya pergi sebelum Rabu."

Mayjen Dan Harel, komandan Israel untuk wilayah Gaza, mengatakan bahwa 4.000 pembangkang telah menyusup masuk ke permukiman. Mereka datang dengan menggunakan surat izin kunjungan sementara, sebagian lainnya bersembunyi di bak truk.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA