logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 13 Agustus 2005 EKONOMI
Line

REI Juga Tolak Akuisisi Bank BTN

SEMARANG-Secara bersamaan, hampir seluruh karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) serentak menolak rencana akuisisi atau merger BTN dengan Bank BNI.

Penolakan itu datang dari sejumlah serikat pekerja BTN di sejumlah daerah, seperti Semarang, Solo dan Bandung. Bahkan DPD REI Jateng juga menolak tegas rencana tersebut. Dari data DPD REI sampai semester I tahun 2005, berhasil direalisasikan Kredit Pemilikian Rumah (KPR) sebanyak 5.300 unit. Tidak hanya itu, sebanyak 8.200 unit lainnya sudah dalam tahap konstruksi.

"Target yang diberikan pemerintah untuk wilayah Jateng tahun ini sebanyak 20.000 unit. Biasanya dari target itu, REI mengambil porsi sebanyak 50 persen. Sedangkan sisanya dikerjakan Perumnas dan Apersi," ungkap H Sudjadi SE, Ketua DPD REI (Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia) Jateng, kemarin.

Dia menjelaskan, realisasi KPR sebanyak 5.300 unit itu, 90 persen diantaranya didanai BTN. "Oleh karena itu, kami menolak keras rencana pemerintah mengakuisisi Bank BTN. Penolakan itu dilandasi kenyataan, selama ini hanya Bank BTN yang sangat peduli dengan pembangunan rumah sederhana (RSH)," tegasnya.

Dia tidak mengerti, mengapa bank BNI 1946 yang dalam laporan Bank Indonesia dinyatakan dalam kondisi tidak sehat justru akan mengakuisisi bank yang sehat (BTN-Red). Dia menuturkan, rencana akuisisi itu, juga telah menimbulkan keresahan di kalangan pengembang (developer). "Selama dua bulan terakhir (hingga Juli 2005), anggota REI sudah bertambah 20 orang, sehingga jumlah anggota REI kini menjadi sekitar 110 pengembang."

Sudjadi mengungkapkan BTN juga memberikan banyak kemudahan dibandingkan bank lain dalam penyaluran kredit, terutama KPR bersubsidi untuk RSH.

Hingga saat ini, jumlah kepala keluarga (KK) di Jateng yang belum memiliki rumah tercatat sebanyak 960.000, sedangkan skala nasional telah mencapai 6 juta orang.

Wakil Sekretaris DPD REI Jateng, H Sulchan RM menuturkan, banyak pengembang RSH yang bisa menjadi besar, karena uluran tangan bank ini. Para pengembang menengah ke atas masih dapat mengajukan KPR ke bank lain. "Di sejumlah daerah, hanya BTN yang bersedia melayani pengajuan KPR masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta.

Gelar Istighosah

Sementara itu, di banking hall BTN Kantor Cabang Semarang, Kamis (11/8) malam, sekitar 200 karyawan bersama anggota keluarganya, menggelar istighotsah. Acara dipimpin KH Dzikron Abdullah, Pengasuh Ponpes Addainuriyah Semarang. Acara itu digelar sebagai bentuk aksi keprihatinan seluruh komponen (staff dan karyawan anak perusahaan) BTN cabang Semarang atas rencana akuisisi bank BNI 1946 atas BTN.

Ketua Serikat Pekerja (SP) BTN Cabang Semarang, Eko Teguh Prasetyo, yang didampingi semua pengurus SP menyatakan penolakan dengan tegas ide BNI maupun Menteri Negara (Meneg) BUMN yang bersikeras melakukan akuisisi/merger atas BTN.

Eko menjelaskan, data terakhir (Juli 2005), BTN Cabang Semarang, telah mengucurkan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) sebesar Rp 61,9 miliar (75,8% disalurkan untuk KPR RSH). Target pengucuran KPR untuk 2005 adalah Rp 102 miliar. RSH yang sudah dibangun sebanyak 1.868 unit dari target tahun ini-3.000 unit.

Serikat Pekerja BTN Solo juga menolak akuisisi. Ketua DPC Serikat Pekerja BTN Solo Fariuddin Hamid SH kemarin mengatakan, pihaknya curiga ada skenario apa di balik rencana akuisisi ini.

Ia menilai, misi ke depan akuisi ini tidak jelas dan tidak mencerminkan misi kerakyatan yang diusung Presiden SBY. Ia bahkan curiga, yang akan terjadi di balik rencana akuisisi adanya rencana pembelian saham oleh pihak asing.

Sementara itu, sekitar 300 Karyawan BTN se-Bandung Raya, juga mengikrarkan penolakan atas rencana akuisisi itu.

Aksi penolakan diisi orasi Ketua Pelaksana Harian Ketua Umum SP BTN Pusat, Satya Wijayantara yang menjelaskan alasan karyawan perlu menolak rencana tersebut. Secara performa, tambah Satya, BTN lebih baik dibandingkan bank yang mengakuisisi. Dari sisi kredit bermasalah misalnya, BTN hanya mencapai angka 1 persen dibanding 12 persen. (H10,bt,dwi-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA