SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Kamis, 11 Agustus 2005

NEW YORK - Ribuan perusahaan yang terlibat kontrak pekerjaan dalam program minyak untuk pangan PBB sedang diusut. Perusahaan-perusahaan itu diduga melakukan praktik suap, korupsi dan pungutan-pungutan ilegal. Komisi Penyelidik Independen yang saat ini sedang mengusut kasus ini menjadwalkan, temuan dan simpulan komprehensif sudah akan selesai pada September ini.

WINA - Iran dibolehkan membuka segel fasilitas pengolahan uranium, Rabu kemarin. Dengan demikian, Republik Islam itu makin mendekati tahap memproduksi kembali uranium yang diperkaya. Di lain pihak, Washington dan Uni Eropa (UE) khawatir, uranium yang diperkaya tersebut bakal digunakan untuk membuat bom atom.

GAZA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak rakyat Palestina menjamin ketenangan bagi evakuasi permukiman Gaza oleh Israel. Saat berpidato pada sidang parlemen khusus di Gaza, Abbas juga mendesak kelompok garis keras untuk mematuhi gencatan senjata dengan negara Yahudi itu.

TOKYO - Parlemen Jepang memang tidak mendukung gagasan reformasi PM Junichiro Koizumi. Namun, publik tampaknya berpihak pada sang perdana menteri. Jajak pendapat yang disiarkan Rabu kemarin menunjukkan dukungan masyarakat terus meningkat terhadap Koizumi.

RIYADH - Kedutaan besar dan konsulat AS di Arab Saudi dibuka kembali Rabu kemarin, setelah ditutup selama dua hari karena ancaman serangan kelompok garis keras. Juru bicara Kedubes AS mengatakan, misi diplomatik di Riyadh dan konsulat di Kota Jeddah (Laut Merah) dan Kota Dhahran (Arab Saudi timur) mulai kembali beroperasi kemarin.

 

DORASAN - Korea Utara dan Korea Selatan berhasil melakukan uji coba hotline yang bertujuan menghindari konfrontasi di Laut Kuning. Sambungan telepon dan faksimil itu memungkinkan militer dari kedua belah pihak melakukan kontak langsung.

HYDRABAD - Tiga puluh orang yang baru kembali dari pesta perkawinan di sebuah desa dikhawatirkan tewas tenggelam di selatan India Rabu kemarin gara-gara mobil gandengan yang mereka tumpangi masuk ke kanal.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA