| Kamis, 11 Agustus 2005 | PANTURA |
Harga Minyak MelambungPEKALONGAN - Harga minyak tanah di tingkat pengecer di Kota Pekalongan melambung mencapai Rp 1.700/liter. Kondisi itu sudah berlangsung satu minggu terakhir. Dari pemantauan Suara Merdeka diketahui, sejumlah tempat pangkalan minyak dalam beberapa hari ini tutup karena kurang pasokan, di antaranya agen minyak tanah Bergilayah di Jalan Veteran. Di tempat itu, biasanya terlihat antrean warga untuk mendapatkan minyak. Namun dalam beberapa hari terakhir ini, tidak terlihat warga yang saling berdesak-desakan membeli minyak tanah. Slamet (38), salah seorang warga di Dukuh Boyongsari, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, mengatakan, untuk mendapatkan minyak tanah kini ia harus membeli dari para pengecer dengan harga jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan di pangkalan minyak. Harga di tingkat pengecer kini mencapai Rp 1.700, sedangkan di tingkat pangkalan, Rp 1.200. Hal itu terpaksa dilakukan, karena stok di pangkalan terbatas. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Darwati, ketika dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan, pihaknya selama ini selalu melakukan pemantauan rutin di lapangan. Hasilnya, dari 144 pangkalan minyak, harganya masih sesuai dengan ketentuan, yakni Rp 1.200. Tentang adanya harga minyak mencapai Rp 1.700, kata dia, itu terjadi karena adanya permainan dari para pengecer. Hal itu mereka lakukan dengan alasan jarak distribusi, yakni semakin jauh, harga yang ditawarkan akan naik. Darwati menjelaskan, 144 pangkalan itu pasokan minyak tanahnya mencapai 2.080.000 liter/bulan, sedangkan kebutuhan minyak dengan jumlah penduduk 264.217 hanya 990.813,75 liter/bulan. Itu berarti tidak akan terjadi kelangkaan. "Seharusnya kelangkaan belum sampai terjadi. Karena itu, kami akan mengecek guna memastikan penyebabnya," tandas dia.(H17-52a) |