| Kamis, 11 Agustus 2005 | PANTURA |
Barometer Music Bumiayu Bernuansa Pop RockJAUH dari pusat kota tak menghalangi anak muda Bumiayu untuk kreatif. Penampilan 25 grup band yang anggotanya masih duduk di bangku sekolah itu tak ubahnya grup kondang dari kota besar. Ya, selama hampir enam jam, ke-25 grup band itu memberi warna tersendiri pertunjukan Barometer Music Bumiayu Festival yang digelar Top FM Production di gedung eks Kawedanan Bumiayu, kemarin. Sejak pukul 09.00, nuansa musik pop rock sudah mulai terasa. Ratusan remaja berpakaian serbahitam dengan aksesori aneh bermunculan dari berbagai penjuru. Dengan tertib mereka mengantre karcis yang dibanderol panitia Rp 2.500. Mereka yang sudah membayar distempel salah satu bagian tubuhnya lalu masuk untuk mencari tempat di lantai panggung. Tidak berselang lama, suasana mulai menghangat. Lebih-lebih ketika MC Ria dan Rio dari Top FM Paguyangan mengocok perut penonton dengan banyolan-banyolan segar ala anak muda. Tanpa berpanjang lebar, kedua MC langsung mengantarkan satu per satu penampilan grup band. Yang unik, di antara hiruk pikuk suasana panggung, sejumlah waria juga tak mau ketinggalan untuk mencuri perhatian penonton. Rupanya mereka adalah model yang ditampilkan di setiap jeda penampilan grup musik. Dengan pakaian serbaminim, mereka melenggang di depan ratusan penonton. Menggebrak Tak ketinggalan, di sudut gedung, tiga orang juri dari personel Ibu Pertiwi Band duduk sambil mengamati penampilan satu per satu grup band yang tampil. Mereka adalah Amar, Agung, dan Abing. Histeria penonton makin terasa ketika grup band On Off menyeruak ke atas panggung. Tanpa kata sambutan, vokalis grup itu langsung menggebrak suasana dengan tembang "Putri" milik Jamrud. Suara bariton vokalis membuat penonton bangkit dari tempat duduk dan ikut berjingkrak. Ketiga juri itu juga memberikan aplaus kepada grup band tersebut. Amar hanya memberi catatan agar para personel memanfaatkan ruang panggung. ''Jangan berkumpul jadi satu di sudut,'' kata dia sambil mengacungkan jempol. Sementara itu Abing meminta vokalis untuk tampil menyesuaikan dengan situasi. Dia juga menilai, sebagai grup band, busana vokalis terlalu apa adanya. Tampil tak kalah menarik adalah grup band Silver Queen yang melengkingkan lagu milik Linking Park. Tampaknya corak vokal tinggi yang melekat dalam lagu tersebut belum bisa diikuti grup itu. Meski demikian, hal itu tak menghalangi puluhan anak muda untuk terus berjingkrak di depan panggung. Selepas asar, festival ditutup dengan penampilan grup band Ibu Pertiwi asal Bumiayu. Grup band ini adalah juara kedua Festival OI se-Indonesia. Mereka tampil membawakan lagu-lagu Indonesia dan Barat. Project Officer Dispa DJ mengatakan, festival akan memilih tiga kategori juara. Yakni, juara pertama hingga ketiga, best player, dan grup band favorit pilihan penonton yang ditentukan berdasar poling SMS. Dia menambahkan, sedikitnya 600 penonton terjaring dalam festival yang digelar setahun sekali itu. ''Animo penonton benar-benar di luar dugaan, ruang gedung hampir tidak muat menampung penonton,'' ucap dia senang. (Suwandono-52n) |