logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Agustus 2005 PANTURA
Line

Upaya Mencegah Pencurian

Pembongkaran Ikan Mulai Pukul 06.00

PEKALONGAN - Usulan penanganan pengamanan khususnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pekalongan oleh KUD Makaryo Mino di hadapan Wali Kota, Selasa lalu, bukan sekadar omong kosong. Beberapa pemilik kapal juga sudah menyepakati rencana perubahan manajemen pengamanan itu.

Apa jurus pengamanan yang akan dilakukan KUD? Menurut keterangan Ketua KUD Makaryo Mino Pekalongan H Riyantho Chadiri SE, ada tiga cara untuk mencegah pencurian. Pertama, membuat pintu masuk dan keluar dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan. Orang yang masuk diseleksi ketat kecuali yang berkepentingan.

Karena pintu keluar dan masuk mendapat penjagaan petugas keamanan, tidak semua orang bisa masuk. Dengan cara itu, pengerahan jumlah tenaga keamanan juga akan lebih sedikit. Dengan cara demikian, petugas hanya menjaga di pintu serta beberapa tempat pembongkaran dan pelelangan.

Kedua, pembongkaran ikan yang selama ini mulai pukul 03.00 akan diubah pukul 06.00. Hal itu dimaksudkan agar pencurian bisa terhindari. Pada pukul 06.00, aparat keamanan jelas sudah datang dan mengawasi ketat. Demikian pula pengurus kapal juga sudah datang sehingga sangat sulit pencuri mengambil ikan milik nelayan.

Ketiga, pemberian uang lauk-pauk untuk petugas keamanan tidak diwujudkan ikan tetapi dibayar uang. Dengan pembayaran uang, di TPI tidak akan ada ikan tercecer dan terpisah dengan kelompok ikan yang siap dilelang. Jika ada yang tercecer, harus diusut dari mana ikan itu didapatkan.

Dengan cara itu, para pemilik kapal seperti H Ani Martopo dan H Miftaudin, menyetujuinya. Pembongkaran pada pagi hari dan bukan malam mengakibatkan kualitas ikan lebih baik sehingga harganya pun meningkat.

Tak Ada Masalah

Pembongkaran ikan pagi hari, ujar H Ani Martopo, tidak akan menimbulkan masalah. Tentu, pedagang juga harus memprioritaskan ikan yang akan dikirim ke Jakarta atau kota-kota lain yang jauh. Dengan demikian, mereka bisa mengejar waktu pengiriman.

Tentang rencana itu, Penasihat Himpunan Pedagang Ikan Pekalongan (HPIP) Yuswandi juga menyetujuinya. Mengenai pembongkaran ikan yang akan dimulai pukul 06.00, ujar dia, tidak masalah dengan syarat ikan segar didahulukan agar pengirimannya tidak terlambat sampai ke tujuan.

Sementara itu, ikan asin belakangan karena terlambat pun tidak masalah. ''Kalau itu bisa dilakukan, jelas pengamanan akan sangat bagus dan saya setuju,'' ungkapnya.

Sementara itu, menurut penuturan beberapa nelayan, selama tiga hari terakhir ini kapal-kapal perikanan yang melelang ikan di TPI Pekalongan sudah mulai meningkat. Selasa lalu ada 10 kapal purseseine dan belasan kapal sopek yang membongkar ikan.(A15-19j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA